Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.659.184.273 (20 JULI 2018)

Putra Mahkota Arab Saudi Didepak dari Pewaris Kerajaan

Willy Haryono - 29 April 2015 15:25 wib
Raja Arab Saudi terdahulu yang sudah meninggal dunia, Abdullah bin Abdul Aziz (kiri), penerusnya raja Arab Saudi saat ini, Salman bin Abdulaziz (tengah) dan putra mahkota Moqren bin Abdul Aziz bin Saud (kanan). Putra mahkota Moqren didepak dari daftar pew
Raja Arab Saudi terdahulu yang sudah meninggal dunia, Abdullah bin Abdul Aziz (kiri), penerusnya raja Arab Saudi saat ini, Salman bin Abdulaziz (tengah) dan putra mahkota Moqren bin Abdul Aziz bin Saud (kanan). Putra mahkota Moqren didepak dari daftar pew

Metrotvnews.com, Riyadh: Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz mendepak putra mahkota Moqren bin Abdul Aziz bin Saud dari daftar pewaris kerajaan. 

Penerus tahta Kerajaan Arab Saudi diberikan kepada Menteri Dalam Negeri, Pangeran Mohammed bin Nayef.

"Kami memutuskan merespon keinginan Yang Mulia Raja terkait posisi putra mahkota," tulis pernyataan dari Kerajaan Arab Saudi yang dilaporkan Saudi Press Agency, Rabu (29/4/2015). 

Moqren, 69, juga dibebaskan dari posisinya sebagai wakil perdana menteri di negara eksportir minyak terbesar di dunia. Namun Raja Arab bersikukuh Moqren "akan tetap dihormati di Kerajaan."

Dekrit raja menetapkan "Pangeran Mohammed bin Nayef sebagai putra mahkota" dan juga deputi perdana menteri. Ia juga akan melanjutkan posisinya sebagai menteri dalam negeri dan kepala dewan keamanan dan politik. 

Sebuah dekrit terpisah menetapkan anak Raja Salman, Pangeran Mohammed bin Salman, sebagai wakil putra mahkota. Ia juga akan melanjutkan posisinya sebagai menteri pertahanan, dimana dirinya memainkan peranan penting dalam serangan udara koalisi ke Yaman. 

Tersingkirnya Moqren menandai hilangnya satu dari sedikit pejabat tinggi tersisa dari era Raja Abdullah, yang meninggal dunia pada 23 Januari dan digantikan Raja Salman. 

Nayef kini telah menjadi orang pertama dari generasi kedua, atau cucu Abdul Aziz, yang akan memimpin Kerajaan Arab Saudi. 


(WIL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG POLITIK ARAB SAUDI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA DUNIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 20-07-2018