DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 20.111.547.901 (22 SEP 2018)

Turki Kembali Vonis 25 Jurnalis Terkait Gulen

Marcheilla Ariesta - 09 Maret 2018 12:21 wib
Turki kembali penjarakan 25 jurnalis terkait Gulen. (Foto: AFP).
Turki kembali penjarakan 25 jurnalis terkait Gulen. (Foto: AFP).

Ankara: Pengadilan Turki memvonis penjara 25 jurnalis atas tuduhan terlibat dalam kudeta militer di Istanbul dan Ankara pada 2016 lalu.

Kantor Berita Turki Anadolu mengatakan vonis dijatuhkan pada Kamis 8 Maret kemarin. Salah satu jurnalis yang divonis adalah Murat Aksoy, yang didakwa membantu teroris dalam kudeta.

Dakwaan yang sama dijatuhkan untuk kolumnis dan penyanyi pop Atilla Tas. Dia mendapat hukuman hingga 37 tahun penjara.

Atilla dalam pernyataannya mengaku tidak bersalah dan menuding vonis dijatuhkan karena dia kerap mengkritik pemerintah. "Saya selalu mengatakan, saya percaya sistem pengadilan. Saya hanya berbeda pendapat, tidak ada yang lain. Jika perbedaan pendapat sebuah kejahatan di negara ini, berarti saya telah bersalah," kata dia, Jumat 9 Maret 2018.  

Sementara itu, sebanyak 11 wartawan divonis enam tahun penjara karena tergabung dalam organisasi teroris. Sedangkan 12 lainnya dihukum tujuh tahun enam bulan atas tuduhan yang sama.

Organisasi teroris yang dimaksud adalah kelompok Fethullah Gulen. Para jurnalis ini kebanyakan bekerja untuk media yang telah ditutup pemerintah Recep Tayyip Erdogan karena diduga membawa agenda Gulen.

Gulen, ulama yang kini tinggal di pengasingan di Amerika Serikat, membantah terlibat dalam kudeta militer yang menewaskan 250 orang tersebut. Kudeta itu berhasil digagalkan dan Erdogan bersumpah akan memberantas orang-orang Gulen.

Langkah pemerintah Erdogan ini menuai banyak kritikan dari lembaga kebebasan pers dan HAM. Mereka mengatakan, Erdogan menggunakan alasan memberantas pemberontak untuk memberangus suara-suara oposisi.


(FJR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KUDETA TURKI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA DUNIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 24-09-2018