DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 40.273.617.416 (15 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Tunisia Umumkan Reformasi usai Gelombang Demonstrasi

Arpan Rahman - 14 Januari 2018 15:25 wib
Demonstrasi di Tunisia sejak awal Januari 2018 berujung pada penangkapan 800 orang. (Foto: AFP/GETTY)
Demonstrasi di Tunisia sejak awal Januari 2018 berujung pada penangkapan 800 orang. (Foto: AFP/GETTY)

Tunis: Pemerintah Tunisia mengumumkan gelombang reformasi sosial, menyusul gelombang demonstrasi yang terjadi sejak beberapa hari terakhir.

Protes pecah menjelang peringatan tujuh tahun penggulingan Presiden Zine al-Abidine Ben Ali pada Senin besok.

Pertemuan darurat pemerintah diadakan sebagai tanggapan atas demonstrasi yang terjadi. Lebih dari 800 orang telah ditangkap dalam unjuk rasa anti-penghematan anggaran pemerintah itu.

Seperti dikutip BBC, Minggu 14 Januari 2018, rencana reformasi sosial telah diajukan ke parlemen. Reformasi meliputi perawatan medis, perumahan, dan meningkatkan tunjangan bagi orang miskin.

Demonstrasi di Tunisia dimulai awal bulan ini setelah pemerintah mengumumkan adanya pajak Tahun Baru dan kenaikan harga dalam tahun anggaran 2018.

Desember lalu, Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan kepada Tunisia bahwa negara tersebut perlu mengambil "langkah darurat" demi mengurangi defisit anggarannya.

Pemerintah Tunisia telah beberapa kali gagal menyelesaikan masalah pengangguran nasional, kemiskinan, dan industri pariwisata.

Masyarakat Tunisia turun ke jalanan dalam menentang langkah-langkah penghematan anggaran pemerintah. Perdana Menteri Yousef Chahed mencoba meyakinkan warga Tunisia bahwa 2018 akan menjadi tahun "sulit" kali terakhir di negara ini.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Khlifa Chibani mengatakan bahwa 803 orang ditangkap sepanjang pekan karena dicurigai melakukan kekerasan, pencurian, dan penjarahan selama demonstrasi.

Presiden Tunisia Beji Caid Essebsi menuduh pihak asing "memperkuat" kerusuhan dan merusak citra negaranya.


(WIL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG POLITIK TUNISIA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA DUNIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 16-10-2018