Raja Salman pun Tak Bisa Hentikan Eksekusi Zaini

- 25 Maret 2018 14:28 wib
Raja Salman bin Abdul Aziz al Saud bersama Presiden Joko Widodo di Bogor, Jabar, 1 Maret 2017. (Foto: AFP/ACHMAD IBRAHIM)
Raja Salman bin Abdul Aziz al Saud bersama Presiden Joko Widodo di Bogor, Jabar, 1 Maret 2017. (Foto: AFP/ACHMAD IBRAHIM)

Riyadh: Hukum pidana di Kerajaan Arab Saudi memberikan hak dan kewenangan mutlak kepada korban maupun ahli warisnya untuk mengajukan tuntutan terhadap pelaku dengan balasan setimpal, termasuk hukuman mati.

Hal inilah yang terjadi dalam kasus Muhammad Zaini Misrin Arsyad, warga negara Indonesia asal Madura yang dieksekusi mati di Arab Saudi pada 18 Maret 2018. 

Zaini dituduh membunuh majikannya yang bernama Abdullah bin Umar Munammad Al Sindy. Zaini ditangkap pada 13 Juli 2004.

Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel menuturkan, jika suatu perkara sudah diputuskan pengadilan dan vonis memiliki kekuatan hukum tetap, maka siapapun tidak bisa mengubahnya. 

"Secara syar’i, siapapun tidak dapat mengintervensi, mencegah eksekusi atau memberi pengampunan, bahkan tidak juga Pemimpin Tertinggi di Kerajaan Arab Saudi, Khadimul Haramain, Raja Salman bin Abdul Aziz, kecuali ahli waris itu sendiri," ungkap Dubes Agus dalam keterangannya di laman Facebook, belum lama ini. 

Hal yang hanya bisa dilakukan Raja Salman dalam kasus Zaini adalah menunda eksekusi mati. Raja Salman telah dua kali menunda eksekusi mati terhadap Zaini, usai menerima dua surat dari Presiden Joko Widodo pada 2017. 

Baca: Dubes Agus Tegaskan Jokowi Sangat Serius Perjuangkan Zaini

Namun eksekusi mati tetap dilakukan karena ahli waris dari majikan Zaini tidak memberikan kata maaf. 

Dalam sejarah Kerajaan Arab Saudi, dua pangeran telah dieksekusi mati atas kasus yang menjerat mereka. Keluarga kerajaan tidak bisa menghentikan eksekusi mati tersebut. 

Eksekusi pertama terjadi pada tahun 1975, yaitu terhadap terpidana Pangeran Faisal bin Musaid bin Abdul Aziz Al Saud dengan cara dipancung karena telah membunuh pamannya, Raja Faisal bin Abdul Aziz Al Saud. 

Eksekusi mati kedua terjadi pada terpidana Pangeran Turki bin Saud bin Turki bin Saud Al Kabir, karena menembak mati WN Arab Saudi, Adil bin Sulaiman bin Abdul Karim Al Muhaimid pada November 2012. 




(WIL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG EKSEKUSI MATI WNI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA DUNIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 19-04-2018