DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 19.911.330.901 (18 SEP 2018)

Solusi Konflik Qatar Ada di Tangan Arab Saudi

Sonya Michaella - 07 Maret 2018 10:03 wib
Raja Bahrain, Hamad al-Khalifa. (Foto: AFP)
Raja Bahrain, Hamad al-Khalifa. (Foto: AFP)

Manama: Raja Bahrain, Hamad al-Khalifa kembali mengulas tentang konflik Qatar dan negara Teluk Arab yang hingga kini masih belum selesai.

Meski tak panas seperti pertama kali dulu, namun konflik ini dirasa masih mengambang tanpa ada penyelesaian dari kedua belah pihak, yaitu Qatar dan Arab Saudi.

"Penyelesaian krisis Qatar ada di tangan Arab Saudi. Harusnya Qatar juga mau berbicara dengan Arab Saudi," kata Raja al-Khalifa, dikutip dari Al Arabiya, Rabu 7 Maret 2018.

"Adalah tugas adik laki-laki (Qatar) untuk pergi mengunjungi kakaknya (Arab Saudi) untuk menjelaskan duduk persoalan. Ini adalah kebiasaan dan tradisi kita," lanjut dia.

Raja al-Khalifa menambahkan, ia sangat tidak senang melihat situasi seperti ini, terlebih melihat posisi Qatar. Namun, ia juga sangat tidak senang ketika Qatar mengadopsi kebijakan yang tak sesuai dengan prinsip Negara Teluk.

"Qatar adalah saudara kita. Jika Qatar tidak mengubah kebijakannya, krisis akan terus berlanjut," ujarnya. 

5 Juni 2017, Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Langkah ini juga diikuti oleh negara Teluk lainnya, seperti Bahrain, Mesir, Yaman dan Libya.

Riyadh mengatakan pemutusan diperlukan demi melindungi kerajaan dari terorisme dan ekstremisme. Akibat pemutusan ini, seluruh pasukan Qatar di Yaman yang tergabung dalam koalisi pimpinan Arab Saudi ditarik. 

Bahrain memutus hubungan diplomatik karena menilai Qatar "mendukung aktivitas teroris bersenjata dan mendanai beberapa grup Iran untuk melakukan sabotase serta menyebar kekacauan di Bahrain."


(WIL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KISRUH QATAR
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA DUNIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 19-09-2018