DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Lawan Eksploitasi Pekerja Migran Perempuan

Marcheilla Ariesta - 09 Maret 2018 14:33 wib
Migrant Care minta pemerintah lebih baik dalam melindungi TKW. (Foto: Antara).
Migrant Care minta pemerintah lebih baik dalam melindungi TKW. (Foto: Antara).

Jakarta: Pada Hari Perempuan Internasional, banyak sekali kasus penyiksaan terhadap buruh migran Indonesia, terutama perempuan.

Sebut saja kasus yang menimpa Adelina Jemirah, tenaga kerja Indonesia (TKI) yang tewas karena ulah sang majikan yang tak bertanggung jawab. Kasus Adelina merupakan salah satu potret  pekerja migran menjadi korban penyiksaan keji.

Dari data Migrant Care, Adelina merupakan satu dari 192 pekerja migran yang meninggal dunia sejak 2013 hingga Februari 2018. Perempuan NTT itu salah satu dari ratusan ribu perempuan Indonesia yang ditempatkan bekerja di luar negeri setiap tahunnya.

Data Statistik Penempatan BNP2TKI menunjukkan penempatan pekerja migran asal Indonesia 60 persennya didominasi oleh perempuan pada rentang tahun 2011 hingga Januari 2018. Tingginya arus migrasi pekerja migran perempuan, dibarengi dengan kasus yang menimpa mereka.

"Pada 2017, 84 persen kasus yang diterima Migrant Care adalah kasus pekerja migran perempuan, meliputi perdagangan orang, kontrak kerja, asuransi, dokumen, dan gaji. Hal ini semakin menegaskan bahwa pekerja migran perempuan masih rentan menjadi objek eksploitasi dalam situasi kerja dan migrasi yang tidak aman," ujar Migrant Care dalam pernyataan yang diterima Medcom.id, Jumat 9 Maret 2018.

Migrant Care mengapresiasi disahkannya Undang-Undang No.18 Tahun 2017 mengenai perlindungan pekerja migran Indonesia. Menurut mereka, kebijakan tersebut menuju langkah perlindungan pekerja migran yang lebih baik.

Namun, mereka mendesak pemerintah untuk segera meratifikasi Konvensi ILO No. 189/2011 mengenai kerja layak untuk pekerja rumah tangga. Selain itu, Migrant Care juga mendesak pemerintah menyusun peraturan pelaksana UU No.18 tahun 2017, yang berprinsip pada penghormatan dan pemenuhan hak-hak pekerja migran dengan mekanisme yang terbuka, transparan dan melibatkan masyarakat secara penuh.

"Hapus semua biaya penempatan pekerja migran Indonesia di luar negeri dan berikan jaminan sosial bagi pekerja migran Indonesia dan keluarganya, gratis," tuntut mereka.

Hari Perempuan Internasional yang diperingati setiap tanggal 8 Maret adalah bukti sejarah dari perjuangan perempuan-perempuan pada akhir abad ke-19 dan dilanjutkan hingga abad ke-20 dengan turun ke jalan melakukan mogok bersama atas kondisi kerja yang tidak layak.


(FJR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TKI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA DUNIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 10-12-2018