Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.408.300.797 (20 JUNI 2018)

Militer Mesir Bunuh 16 Ekstremis dalam Operasi Sinai

Willy Haryono - 11 Maret 2018 19:26 wib
Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi (tengah) mengenakan pakaian militer di lokasi yang tidak disebutkan di Sinai, 25 Februari 2018. (Foto: AFP/HO/Egyptian Presidency)
Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi (tengah) mengenakan pakaian militer di lokasi yang tidak disebutkan di Sinai, 25 Februari 2018. (Foto: AFP/HO/Egyptian Presidency)

Kairo: Militer Mesir mengumumkan pada Minggu 11 Maret 2018 bahwa 16 ekstremis, seorang perwira dan satu prajurit, tewas dalam operasi melawan kelompok militan Islamic State (ISIS) di Sinai. 

Kairo meluncurkan operasi penyisiran setelah Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi memberikan tenggat waktu tiga bulan kepada militer untuk menghancurkan ISIS di Sinai. 

Dia mengeluarkan ultimatum pada November lalu setelah terduga militan ISIS membantah lebih dari 300 orang di sebuah masjid di Sinai. Masjid itu menjadi serangan karena ISIS menganggap orang-orang yang beribadah di sana sesat. 

Sejak militer yang dipimpin Sisi menggulingkan Mohamed Morsi dari kursi kepresidenan pada 2013, pasukan keamanan berusaha keras mengakhiri sepak terjang dari ISIS cabang Mesir. 

Seperti dikutip AFP, militan ISIS di Mesir telah membunuh ratusan tentara, polisi serta warga sipil. Sebagian besar serangan terjadi di Sinai Utara, meski juga ada di beberapa wilayah lain di Mesir. 

Para ekstremis juga telah membunuh sekelompok umat Kristen dalam pengeboman dan penembakan di sejumlah gereja di Mesir.

Tidak hanya itu, ISIS juga mengklaim telah mengebom sebuah pesawat maskapai Rusia pada 2015 yang menewaskan 224 orang. 

Otoritas Mesir mengaku memiliki bukti ISIS berusaha memindahkan para militannya ke Sinai karena terdesak di Irak dan Suriah.
(WIL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KONFLIK MESIR
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA DUNIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 20-06-2018