Pemerintah Tiongkok Sebut Ancaman Ekstrimisme dari Penyusup Meningkat

Eko Nordiansyah - 13 September 2017 05:00 wib
Ilustrasi bendera China. Foto: Stringer Shanghai
Ilustrasi bendera China. Foto: Stringer Shanghai

Metrotvnews.com, Beijing: Pejabat urusan agama tertinggi Tiongkok menghadapi ancaman yang terus membesar dari penyusupan asing, yang memanfaatkan agama untuk menyebarkan ideologi radikal.

Pernyataan itu disampaikan seusai penetapan sejumlah aturan baru di Tiongkok untuk mengatur praktik menjalankan ibadah agama di Tiongkok.

Kepala biro urusan keagamaan Tiongkok Wang Zuoan mengatakan, revisi aturan ini sangat dibutuhkan karena pemanfaatan ajaran agama oleh pihak asing untuk menginfiltrasi Tiongkok terus membesar dari hari ke hari dan pemikiran agama yang ekstrim mulai menyebar di sejumlah wilayah.

"Persoalan agama di internet kini mulai menyebar, dan perkumpulan agama ilegal mulai terjadi di sejumlah tempat meski sudah ada larangan," kata dia seperti dilansir dari Antara, Rabu 13 September 2017.

Presiden Xi Jinping menegaskan akan keperluan perlindungan dari penyusupan asing melalui agama dan mencegah penyebaran "ekstrimisme" dan pada saat bersamaan menilai kepercayaan tradisional sebagai obat atas penyakit masyarakat tersebut.

Pada pekan lalu, kabinet pemerintahan Tiongkok mengesahkan sejumlah aturan tentang agama untuk meningkatkan keamanan nasional, memerangi ekstrimisme dan membatasi praktik kepercayaan di luar organisasi resmi, yang diakui pemerintah. Aturan baru itu akan mulai berlaku pada Februari tahun depan.

Wang mengatakan bahwa kebebasan agama sudah dilindungi dalam aturan baru ini. Pada saat bersamaan, kebebasan untuk memeluk agama tidak sama dengan dengan aktivitas religius yang dilakukan tanpa pembatasan hukum.

Agama di negara itu harus "di-Tiongkok-kan", sebuah istilah yang digunakan oleh para pejabat publik untuk mendeskripsikan penyesuaian ajaran religius asing terhadap kebudayaan lokal sebagaimana diinterpretasikan oleh Partai Komunis.

"Aturan itu akan membantu pen-Tiongkok-an agama di negara ini, dan menjaga jalan yang benar untuk adaptasi agama ke dalam masyarakat sosialis," kata dia.

Sementara itu, sejumlah tokoh dari agama yang diakui yaitu Buddha, Tao, Islam, Katolik, dan Kristen mengaku akan memerangi upaya pencerabutan ajaran agama dari kebudayaan lokal dalam sebuah forum yang digelar di Beijing pada pekan lalu, demikian laporan dari kantor berita setempat.

Tiongkok kini tengah mengalami kebangkitan kembali praktik keagamaan selama beberapa dekade terakhir, setelah semua ajaran spiritual sempat dilarang selama masa Revolusi Kebudayaan pada 1960-an.

Pemerintah mendata sekitar 100 juta penganut agama di Tiongkok, namun pengamat memperkirakan jumlah sebenarnya jauh lebih besar, mengingat banyak penganut agama tidak terdaftar.


(AZF)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG RADIKALISME
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA DUNIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 21-09-2017