Zuma Diyakini Tolak Ultimatum ANC

Sonya Michaella - 13 Februari 2018 16:19 wib
Demo di Cape Town yang mendukung ANC dan Wakil Presiden, Cyril Ramaphosa. (Foto: AFP)
Demo di Cape Town yang mendukung ANC dan Wakil Presiden, Cyril Ramaphosa. (Foto: AFP)

Cape Town: Kongres Nasional Afrika (ANC) yang merupakan partai paling berkuasa di Afrika Selatan dikabarkan akan memutuskan mencopot paksa jabatan Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma.

Jika Zuma masih tidak memberikan respons, ia akan menghadapi mosi percaya (vote of confidence) di parlemen yang diperkirakan akan membuat Zuma kalah.

Dikutip dari BBC, Selasa 13 Februari 2018, sejumlah pengamat dan media memberitakan bahwa diyakini Zuma akan menolak desakan ANC untuk turun jabatan.

Sebelumnya, ANC sudah memberikan waktu Zuma selama 48 jam untuk mengundurkan diri. Namun, karena tak ada tanggapan, ANC bakal memaksa Zuma untuk lengser.

Keputusan untuk mendesak Zuma agar mundur atau terancam kehilangan jabatannya diambil pada pertemuan darurat khusus badan pembuat keputusan tertinggi Kongres Nasional Afrika (ANC) di dekat Pretoria, ibu kota administratif pada Senin malam 12 Februari.
 
Pertemuan komite eksekutif nasional ANC (NEC) digelar setelah semuanya menjadi jelas, akhir pekan. Bahwa hampir lima hari perundingan, antara Zuma dan wakil presiden, Cyril Ramaphosa, yang mengambil alih kepemimpinan ANC sejak Desember, telah gagal.

Zuma, yang memimpin ANC mulai 2007 dan telah menjadi presiden Afrika Selatan sejak 2009, mendapat tekanan makin kuat untuk mengundurkan diri dalam beberapa pekan terakhir.
 
Kegemparannya selama sembilan tahun berkuasa sudah rusak gara-gara kemerosotan ekonomi dan banyak tuduhan korupsi. Hal itu merongrong citra dan legitimasi partai, yang menyebabkan rakyat Afsel bebas dari apartheid pada 1994.



(WIL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG AFRIKA SELATAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA DUNIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 22-02-2018