DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 46.708.723.881 (21 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Australia Berharap Pertemuan Trump-Kim Berbuah Hasil Konkret

Willy Haryono - 12 Juni 2018 12:10 wib
Menlu Australia Julie Bishop dalam acara di Hanoi, 28 Mei 2018. (Foto: AFP/NHAC NGUYEN)
Menlu Australia Julie Bishop dalam acara di Hanoi, 28 Mei 2018. (Foto: AFP/NHAC NGUYEN)

Canberra: Australia mengharapkan hasil terbaik dari pertemuan bersejarah antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un di Singapura, Selasa 12 Juni 2018.

Pemimpin Partai Buruh Bill Shorten mengatakan, pertemuan historis tersebut lebih baik ketimbang "berteriak satu sama lain." Ia merujuk pada perang kata-kata antara Trump dan Kim sejak beberapa bulan lalu.

Shorten menyebut mungkin tidak banyak orang dapat memprediksi bahwa pertemuan Trump dan Kim ternyata benar-benar berlangsung. "Menurut saya, hasil yang lebih baik akan didapat dengan berbicara, bukan saling berteriak," tutur dia.

Menteri Luar Negeri Julie Bishop menyambut baik pertemuan Trump dengan Kim, yang berlangsung di Hotel Capella di Pulau Sentosa, Singapura.

"Mari kita berharap pertemuan berjalan sukses, dan semoga kita dapat melihat langkah-langkah konkret menuju perdamaian di Semenanjung Korea," tutur Bishop ke Seven Network, seperti dikutip dari SBS.

Baca: 12 Detik Jabat Tangan Bersejarah Trump-Kim

Ia menilai AS menginginkan langkah konkret menuju pelucutan program senjata nuklir Korut. Sementara Korut kemungkinan ingin mendapatkan jaminan keamanan serta pencabutan sanksi ekonomi.

"Kim Jong-un adalah pemimpin yang tidak biasa. Namun (Korut) memegang kunci stabilitas dan perdamaian di tangan mereka," tambah dia.

Bishop mengaku sudah mendapat informasi dari Menlu Singapura Vivian Balakrishnan bahwa Trump maupun Kim sama-sama bersemangat dan positif dalam pertemuan ini.


(WIL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KOREA UTARA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA DUNIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 23-10-2018