DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Harapan Rusia pada Menlu Baru AS

Sonya Michaella - 14 Maret 2018 17:16 wib
Menlu AS Rex Tillerson (kiri) akan digantikan oleh Mike Pompeo (kanan). (Foto: AFP)
Menlu AS Rex Tillerson (kiri) akan digantikan oleh Mike Pompeo (kanan). (Foto: AFP)

Moskow: Rusia meyakini bahwa hubungan bilateral dengan Amerika Serikat (AS) tidak akan memburuk di bawah menteri luar negeri yang baru, sepeninggal Rex Tillerson nanti.

Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk memecat Rex Tillerson dan menggantinya dengan Mike Pompeo yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur CIA.

"Hampir tidak mungkin menurun hubungan dua negara. Jadi tidak mungkin keadaan dua negara akan buruk, dengan Menlu AS yang baru," kata juru bicara Presiden Vladimir Putin, Dmitry Peskov, dikutip dari AFP, Rabu 14 Maret 2018.

"Bagaimanapun, tentu saja ada harapan soal pendekatan konstruktif dan keinginan peningkatan hubungan bilateral," lanjut dia.

Usai dipecat, Tillerson sempat memperingatkan AS soal gerak Rusia. Ia sempat menyebut AS harus hati-hati dengan 'perilaku mengganggu' Negeri Beruang Merah tersebut.

Dalam pernyataannya, dia tidak memuji kebijakan Trump atau bahkan mengucapkan terima kasih.

"Banyak pekerjaan baik yang telah dilakukan, namun saya tetap akan merespons perilaku dan tindakan yang mengganggu dari pihak pemerintah Rusia," ucapnya.

"Rusia harus menilai dengan seksama apakah tindakan mereka untuk kepentingan terbaik orang-orang Rusia dan dunia secara luas. Jika mereka melanjutkan cara mereka saat ini, hanya akan menyebabkan isolasi bagi pihak mereka. Situasi ini tidak diinginkan siapa pun," imbuhnya.

Tillerson masih akan menjabat hingga 31 Maret mendatang. Per 1 April, posisinya akan digantikan dengan Pompeo, jika memang usulan Trump ini disetujui oleh Senat AS. 


(FJR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG AMERIKA SERIKAT
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA DUNIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 16-12-2018