Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.659.184.273 (20 JULI 2018)

MH370: Bukti-Bukti Mengarah ke Samudera Hindia Selatan

Willy Haryono - 12 Januari 2018 17:19 wib
Seorang pria berjalan di depan sebuah mural MH370 di Shah Alam, Malaysia, 8 Maret 2016. (Foto: AFP/MANAN VATSYAYANA)
Seorang pria berjalan di depan sebuah mural MH370 di Shah Alam, Malaysia, 8 Maret 2016. (Foto: AFP/MANAN VATSYAYANA)

Canberra: Terdapat satu alasan kuat mengapa puing pesawat maskapai Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 mungkin akan ditemukan di area pencarian terbaru di 35 derajat selatan Samudera Hindia. 

Menurut Anne Barker dari ABC, Jumat 12 Januari 2018. alasan itu adalah kurangnya jumlah puing pesawat di pesisir barat Australia.

Selain sebuah perangkat kebersihan kecil dari Malaysia Airlines yang ditemukan di pantai barat Australia pada 2015 -- belum tentu berasal dari MH370 -- setiap puing lainnya yang mungkin berasal dari MH370 ditemukan di pesisir timur Afrika atau pulau-pulau di dekatnya. 

Hal ini signifikan, karena tim investigator Australia meyakini ada lima mode autopilot yang mungkin aktif di dalam MH370 saat kehabisan bahan bakar dan jatuh ke laut. 

Kalkulasi berdasarkan empat mode autopilot merujuk pada sebuah situs pencarian ke arah selatan (36-39 derajat ke arah selatan) atau utara (33-34 derajat selatan), di mana arus laut saat pesawat dinyatakan hilang mengarah ke timur. Lewat kalkulasi ini, seharusnya beberapa puing mengarah ke Australia.

Seorang sumber yang dekat dengan tim investigator mengatakan satu dari lima mode autopilot -- constant magnetic heading (CMH) -- akan merujuk pada titik 35S, di mana arus laut pada saat kejadian mengarah ke arah sebaliknya, yakni ke Afrika. 

Tim investigator pernah memfokuskan pencarian di area seluas 120 ribu kilometer per segi, namun hingga kini tak berbuah hasil. 

Saat ini, usai memeriksa berbagai puing dan mempelajari pola arus laut, situs jatuhnya pesawat kemungkinan bergeser ke utara ke sebuah area dengan sudut sekitar 35 derajat arah selatan. 



Tidak Terlalu Berharap

Sebuah perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat (AS) telah mengirim kapal guna melacak puing-puing MH370 di Samudera Hindia bagian selatan. Ini menyusul persetujuan pemerintah Malaysia akan upaya menghidupkan kembali pencarian MH370.

Boeing 777 menghilang dalam penerbangan dari Kuala Lumpur ke Beijing dengan 227 penumpang dan 12 awak kapal pada Maret 2014. Malaysia, Tiongkok, dan Australia membatalkan pencarian resmi yang sudah berlangsung 1.046 hari tahun lalu.

Menteri Transportasi Malaysia Liow Tiong Lai mengatakan, Sabtu 6 Januari 2018, bahwa pemerintah tetap berkomitmen melanjutkan pencarian.

"Dasar penawaran dari Ocean Infinity didasarkan pada 'tidak ada penemuan, tidak ada imbalan,'" katanya.

Ini artinya Ocean Infinity baru akan dibayar jika berhasil menemukan MH370.

Baca: Pencarian MH370 Dimulai Lagi, Malaysia Tidak Terlalu Berharap


(WIL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG MISTERI MH370
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA DUNIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 20-07-2018