DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 12.710.947.522 (17 AGUSTUS 2018)

Israel Tegaskan Hanya Membela Diri di Perbatasan Gaza

Willy Haryono - 15 Mei 2018 10:51 wib
Sekelompok prajurit Israel berjalan di sepanjang wilayah pagar perbatasan Jalur Gaza, 14 Mei 2018. (Foto: AFP/JACK GUEZ)
Sekelompok prajurit Israel berjalan di sepanjang wilayah pagar perbatasan Jalur Gaza, 14 Mei 2018. (Foto: AFP/JACK GUEZ)

Tel Aviv: Dalam hari terburuk di Gaza sejak perang 2014, Senin 14 Mei 2018, otoritas Palestina mengatakan pasukan Israel telah membunuh 55 orang dan melukai 2.700 lainnya di sepanjang perbatasan Gaza.

Kematian terjadi saat Amerika Serikat (AS) meresmikan pembukaan kedutaan besar baru di Yerusalem, yang sebelumnya berada di Tel Aviv.

Warga Palestina memandang pemindahan kedubes ini sebagai bentuk dukungan penuh AS kepada Israel yang mengklaim keseluruhan Yerusalem. Padahal, Palestina mengharapkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota mereka di masa mendatang.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, seperti dikutip dari BBC, militernya hanya membela diri dari serangan Hamas, kelompok yang menguasai Jalur Gaza.

Sejak bentrokan dimulai enam pekan lalu, Netanyahu berulang kali menegaskan Hamas sengaja memanfaatkan unjuk rasa warga untuk menghancurkan Israel.

Pemimpin Otoritas Palestina mengutuk keras apa yang disebutnya "pembantaian di perbatasan Gaza-Israel. Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut kematian 55 orang ini sebagai "pelanggaran berat hak asasi manusia."

Diperkirakan ada sekitar 40 ribu warga Palestina ikut andil dalam protes dan bentrokan terbaru di sepanjang pagar perbatasan.

Sementara itu melalui akun Twitter, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengecam pembukaan kedubes baru AS di Yerusalem.

“Langkah Amerika Serikat melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB, serta mengancam proses perdamaian dan bahkan perdamaian itu sendiri,” imbuh Menlu Retno.

 


(WIL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG ISRAEL PALESTINA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA DUNIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 18-08-2018