Yordania Desak Uni Eropa Akui Yerusalem Timur Ibu Kota Palestina

Marcheilla Ariesta - 17 Mei 2018 12:17 wib
Pendukung Palestina merdeka. (Foto: AFP).
Pendukung Palestina merdeka. (Foto: AFP).

Amman: Yordania mendesak Uni Eropa untuk mengakui Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina. Hal ini dianggap sebagai prasyarat supaya tercapai perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.

Pernyataan tersebut dibuat Menteri Luar Negeri Yordania, Ayman Safadi pada pertemuan dengan para duta besar negara-negara Uni Eropa di Amman.

"Tindak lanjut kejahatan yang dilakukan Israel tanpa respons internasional akan mengarah pada siklus kekerasan baru. Hal ini dapat memengaruhi kawasan, Eropa dan seluruh dunia," kata dia kepada para duta besar Uni Eropa di Amman, seperti dilaporkan New Straits Times, Kamis 17 Mei 2018.

"Saya ingin tekankan, stabilitas di Timur Tengah sangat penting untuk internasional," imbuhnya.

Safadi menambahkan langkah yang diambil Israel dan kurangnya solusi konflik memperburuk situasi di wilayah tersebut. Dengan demikian, keputusasaan akan meningkat dan malah menghasilkan lebih banyak kekerasan dan ekstremisme.

Karenanya dia menyerukan kepada komunitas internasional untuk memikul tanggung jawab hukum dan moral untuk melindungi Palestina. Dia juga memperingatkan konsekuensi seriys dari tindakan sepihak Israel yang berusaha memaksakan hal baru di lapangan.

"Yerusalem adalah kunci perdamaian. Perwujudan hak-hak sah rakyat Palestina adalah suatu keharusan untuk perdamaian dan stabilitas regional. Yordania akan mengerahkan seluruh upaya untuk melestarikan situs-situs suci di Yerusalem," tukasnya.

Safadi menegaskan kembali bahwa Amman mengutuk keras keputusan Amerika Serikat (AS) merelokasi kedutaannya di Israel ke Yerusalem. Terlebih saat mereka mengakui kota suci sebagai ibu kota Israel.

Dia menambahkan Yordania akan bekerja dengan negara-negara Arab, Uni Eropa dan semua mitra internasional untuk mencapai perdamaian berdasarkan solusi dua negara.


(FJR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG ISRAEL PALESTINA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA DUNIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 26-05-2018