Iran Tingkatkan Anggaran Program Misil untuk Lawan Sanksi AS

Willy Haryono - 13 Agustus 2017 17:35 wib
Sebuah roket diluncurkan dari lokasi yang tak disebutkan di Iran, 26 Juli 2017. (Foto: AFP/IRANIAN DEFENCE MINISTRY)
Sebuah roket diluncurkan dari lokasi yang tak disebutkan di Iran, 26 Juli 2017. (Foto: AFP/IRANIAN DEFENCE MINISTRY)

Metrotvnews.com, Teheran: Parlemen Iran menggelar pemungutan suara untuk mengalokasikan USD520 juta atau setara Rp6,9 triliun untuk mengembangkan program misil dalam melawan sejumlah sanksi dari Amerika Serikat (AS).

Peningkatan program misil juga ditujukan untuk mengembangkan pengaruh Garda Revolusioner Iran di luar negeri. 

"Warga Amerika harus mengetahui bahwa ini adalah langkah pertama kami," ujar kepala parlemen Iran Ali Larijani, usai mengumumkan perolehan suara yang mayoritasnya mendukung peningkatan program misil, seperti dilansir AFP, Minggu 13 Agustus 2017. 

Total 240 anggota parlemen Iran mengikuti pemungutan suara dari total 244. Voting dilakukan setelah serangkaian sanksi dijatuhkan AS kepada Iran pada Juli lalu atas program misil. 

"Rancangan undang-undang (peningkatan program anggaran misil) didukung kementerian luar negeri dan pemerintah, dan merupakan bagian dari komite pengawas JCPOA dalam menghadapi aturan Kongres AS," tutur wakil menteri luar negeri Iran Abbas Araghchi. 

Jika sudah disahkan nanti, UU terbaru akan memberikan mandat kepada pemerintah Iran untuk mengalokasikan tambahan USD260 juta untuk "pengembangan program misil." Jumlah yang sama juga akan digelontorkan bagi sayap luar negeri Garda Revolusioner Iran. 

Setelah Larijani mengumumkan hasil pemungutan suara, para anggota parlemen berteriak: "Kematian untuk Amerika."


(WIL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG POLITIK IRAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA DUNIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 24-10-2017