DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 46.708.723.881 (21 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

DK PBB Akan Bahas Serangan Kolisi Arab di Yaman

Fajar Nugraha - 14 Juni 2018 12:03 wib
Iringan pasukan koalisi Arab Suadi untuk melakukan serangan kepada Houthi (Foto: AFP).
Iringan pasukan koalisi Arab Suadi untuk melakukan serangan kepada Houthi (Foto: AFP).

New York: Dewan Keamanan PBB (DK PBB) akan melakukan pertemuan Kamis untuk membicarakan serangan terhadap pasukan koalisi Arab Saudi di kota pelabuhan Yaman, Hodeida.
 
Inggris meminta pertemuan diadakan di tertutup, yang merupakan kedua kalinya minggu ini.
 
Baca juga: Koalisi Arab Lancarkan Serangan Besar ke Houthi di Yaman.
 
PBB telah meningkatkan peringatan atas operasi militer, yang dapat melumpuhkan pengiriman barang-barang komersial dan bantuan kemanusiaan bagi jutaan orang di Yaman, yang berada di ambang kelaparan.
 
Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson memperingatkan dalam sebuah pernyataan bahwa operasi militer di sekitar Hodeida tidak boleh mengganggu aliran barang melalui pelabuhan.
 
"Koalisi telah meyakinkan kami bahwa mereka memasukkan masalah kemanusiaan ke dalam rencana operasional mereka. Sangat penting untuk menjaga aliran pasokan makanan, bahan bakar dan medis ke Yaman," kata Johnson, seperti dikutip AFP, Kamis 14 Juni 2018.
 
Pelabuhan Laut Merah, yang dikendalikan oleh pemberontak Huothi berfungsi sebagai titik masuk bagi 70 persen impor negara miskin itu. Tetapi koalisi menyebutkan bahwa pemberontak Houthi menggunakannya untuk menyelundupkan senjata.
 
Utusan khusus PBB untuk Yaman, Martin Griffiths, mengatakan dia terus mengadakan negosiasi untuk menjaga Hodeida tetap terbuka dan mendesak semua pihak untuk menahan diri.
 
Pada Senin 11 Juni, Dewan Keamanan PBB mengatakan mendukung upaya diplomatik Griffiths tetapi tidak secara khusus menyerukan kepada Arab Saudi dan Uni Emirat Arab,-yang pasukannya mendukung pasukan Yaman-, untuk menahan diri dari menyerang Hodeida.
 
Utusan PBB telah menekan Houthis untuk menyerahkan pelabuhan ke komite yang diawasi PBB yang akan memungkinkan pengiriman pasokan vital untuk terus mengalir melaluinya.
 
Menteri Pertahanan AS Jim Mattis "sangat mendukung upaya utusan khusus PBB yang baru, Martin Griffiths, untuk membawa semua pihak dari konflik ke meja perundingan," kata juru bicara Pentagon Mayor Adrian Rankine-Galloway pada hari Rabu.
 
"Kami mempertahankan bahwa pelabuhan Hodeida sangat penting untuk pengiriman bantuan kemanusiaan untuk meringankan penderitaan rakyat Yaman," kata Rankine-Galloway.
 
Menteri luar negeri Inggris mendesak kaum Houthis untuk "tidak berkompromi dengan fasilitas pelabuhan atau menghalangi respon kemanusiaan."
 
Lebih dari 22 juta orang di Yaman membutuhkan bantuan, termasuk 8,4 juta orang yang berisiko kelaparan, menurut PBB, yang menganggap Yaman sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.
 
Sejak 2015, Arab Saudi telah memimpin kampanye militer untuk mendorong kembali kelompok Houthi setelah mereka merebut ibu kota Sanaa pada tahun 2014 dan mengambil alih pemerintahan yang diakui secara internasional untuk berkuasa.
 
Konflik itu telah menewaskan hampir 10.000 orang dan puluhan ribu orang terluka di tempat yang sudah menjadi negara termiskin di dunia Arab.



(FJR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KONFLIK YAMAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA DUNIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 22-10-2018