Panglima Tentara Zimbabwe Kecam Partai Berkuasa

Arpan Rahman - 14 November 2017 21:07 wib
Robert Mugabe sudah hampir tiga dekade berkuasa di Zimbabwe (Foto: AFP).
Robert Mugabe sudah hampir tiga dekade berkuasa di Zimbabwe (Foto: AFP).

Harare: Panglima Tentara Nasional Zimbabwe, Jenderal Constantine Chiwenga, mengecam suksesi di Front Uni Nasional Zimbabwe Patriotik-Afrika (Zimbabwe African National Union-Patriotic Front/ZANU–PF). 

Kecaman muncul sebagai tanggapan atas pemecatan Wakil Presiden Emmerson Mnangagwa dan pembersihan anggota partai senior yang sejalan dengannya. Hingga meningkatkan kekhawatiran akan kudeta yang potensial.

Sikap jenderal menjadi serangan langsung terhadap Presiden Robert Mugabe, yang mengatakan bahwa tidak semestinya tentara mengganggu politik partai karena "politik ada di depan senjata".

"Menargetkan orang dengan latar belakang sebagai tokoh pembebasan harus segera berhenti," kata Chiwenga dalam sebuah konferensi pers di Harare. Chiwenga menambahkan bahwa Zanu-PF telah dibajak oleh kaum kontrarevolusioner yang agendanya menghancurkan partai berkuasa itu dari dalam. Karena itu, mengacu beberapa gangguan di dalam partai selama perjuangan pembebasan, tentara akan memainkan peran serupa untuk menghentikannya.

"Kita harus mengingatkan orang-orang di balik penipuan rahasia saat ini bahwa ketika menyangkut masalah melindungi revolusi kita, militer tidak akan ragu untuk turun tangan," katanya, seperti dilansir Sowetan Live, Selasa 14 November 2017.

Langkah itu, yang tidak pernah terjadi sebelumnya dilakukan tentara sejak kemerdekaan, merebak sepekan setelah Mnangagwa mengeluarkan sebuah pernyataan yang menyebutkan bahwa dia akan kembali muncul dalam waktu beberapa pekan buat mengambil alih semua tuas kekuasaan.

"Anda (Mugabe) dan pengikut Anda akan meninggalkan Zanu-PF atas kehendak rakyat dan ini kami lakukan dalam beberapa minggu mendatang. Sebab Zimbabwe sekarang butuh kepemimpinan progresif baru yang tidak berkutat di masa lalu serta menolak untuk menerima perubahan. Warga Zimbabwe dan anggota Zanu-PF, kini saatnya untuk mengatakan TIDAK kepada manusia setengah dewa dan orang-orang yang mementingkan diri-sendiri dan hanya memikirkan diri mereka beserta keluarga mereka," demikian pernyataan Mnangagwa.

Awal tahun ini, Presiden Mugabe memperingatkan bahwa dia akan memberhentikan jenderal-jenderal tentara karena keterlibatan mereka dalam politik suksesi Zanu-PF.


(FJR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG ZIMBABWE
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA DUNIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 21-11-2017