DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 19.955.605.901 (19 SEP 2018)

Swarnadwipa Perkokoh Jembatan Budaya Indonesia dan Arab Saudi

- 14 April 2018 20:03 wib
Pertunjukan seni di Sekolah Indonesia Jeddah, 7 April 2018. (Foto: Desi Syafridayani).
Pertunjukan seni di Sekolah Indonesia Jeddah, 7 April 2018. (Foto: Desi Syafridayani).

Jeddah: Swarnadwipa adalah satu kemilau keemasan dalam rangkaian zamrud di garis khatulistuwa. Ya, Pulau Sumatra merupakan Swarnadwipa kebanggaan Indonesia.

Mungkin tak semua orang mengetahui bahwa konseptor kemerdekaan Republik Indonesia, Mohammad Hatta, dilahirkan di suatu dusun di Pulau Sumatra. Syekh Saman seorang pencipta Tari Saman yang karya seninya itu menjadi warisan budaya tak benda dunia, dibesarkan dengan meminum air dari tanah bumi Sumatra. Banyak tokoh lainnya yang juga mendunia berasal dari Sumatra.

Sumatra memiliki aneka suku dan budaya yang berbeda. Sedemikian berbedanya bahkan rumpun sukunya pun beraneka warna. 

Contoh rumpun batak saja bisa beraneka menjadi enam macam suku yaitu Toba, Karo, Pakpak, Simalungun, Angkola dan Mandailing. Itu masih satu rumpun suku batak, banyak lagi rumpun suku lainnya di pulau ini, misalnya Melayu, Aceh, Minang dan lainnya, sementara masing-masing rumpun itu memiliki suku-suku lagi. Betapa kayanya negeri kita.

Uniknya di sini, budaya Sumatra yang beraneka tersebut mampu dengan terbuka beradaptasi dengan masyarakat muslim. Karena dalam sejarah tercatat dominasi Islam sebelumya memberi warna dan corak bagi mayoritas budaya di Sumatra, sehingga corak islaminya menjadi dominan. 

Artinya disini, mudah bagi kebudayaan di Sumatra beradaptasi dengan Islam, baik dari sisi sosialnya maupun jenis keseniannya. Contoh saja dari Aceh, Melayu, Minang, Palembang, Lampung, bahkan Budaya Batak dalam suku Batak Mandailing terlahir dari asimilasi budaya yang didominasi nilai-nilai keislaman.

Indahnya Swarnadwipa dan gagahnya negara-negara timur tengah laksana gayung bersambut. Setelah cantik beradaptasi dengan nilai keislaman, kini Swarnadwipa pula yang menebarkan pesona kecantikan hakikinya di hati masyarakat negara-negara Islam di timur tengah, khususnya negara Arab Saudi. 

Lihat saja pada 7 April 2018 di salah satu sekolah Indonesia, yakni Sekolah Indonesia Jeddah di Arab Saudi, diadakan suatu acara pagelaran karya Seni Rupa, Seni Musik dan Seni Tari Budaya Indonesia yang bernama Galeri Seni dan Kreasi ke -3.

Acara yang berpanitiakan siswa kelas 10 dan 11 ini diselenggarakan di pelataran Sekolah Indonesia Jeddah, dengan mengundang seluruh lapisan masyarakat. Acara ini sungguh menarik perhatian masyarakat di kota Jeddah. Hal ini dibuktikan dengan sehari sebelumnya, 500 tiket yang disediakan panitia sudah terjual habis.


Pertunjukan seni di Sekolah Indonesia Jeddah. (Foto: Desi Syafridayani)

Konsul Jenderal Republik Indonesia Jeddah di Arab Saudi dalam kesempatan ini diwakili Pelaksana Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya (Pensosbud) II, Umar Badarsyah. Dalam arahannya, ia mengatakan bahwa yang menjadikan suatu pribadi maupun perusahaan mampu kuat bersaing dalam kompetisi adalah kreativitas. 

Melalui kegiatan Galeri Seni dan Kreasi ke-3 ini, kreativitas siswa Sekolah Indonesia Jeddah diasah dan digali. 

Sugiyono selaku kepala sekolah menyebutkan bahwa menjaga, melestarikan dan memperkenalkan budaya di Indonesia kepada masyarakat, merupakan hal penting untuk ditanamkan dalam benak generasi Indonesia, khususnya siswa Sekolah Indonesia di Jeddah. 

"Kepanitiaan pameran ini melatih siswa berkordinasi tidak hanya dengan pihak interen sekolah namun juga pihak di luar sekolah," ujar Sugiyono, Sabtu 7 April 2018. 

Fawaz dari kelas 11 IPS sebagai ketua panitia dalam laporanya mengutarakan, "acara ini diadakan untuk menuntaskan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar (SKKD) mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya." 

Kegiatan seperti ini diibaratkan mata pena yang membuat goresan pada lembaran sejarah tentang kehebatan budaya Indonesia dalam merajut perpaduan warna dengan budaya lain. Tidak mesti di Arab Saudi, melainkan ke semua negara di dunia dengan kemilau Swarnadwipa ataupun pancaran warna-warni budaya Indonesia lainnya.

Berikut gambaran jelajah budaya yang dirancang panitia pameran tersebut di atas. Area pameran disediakan pojok berfoto dengan latar belakang Songket Sumatra. Pameran Kerajinan ikat celup dari Palembang, berbagai lukisan dan kerajinan tangan siswa dengan nuansa Indonesia. 

Terbangun dengan sederhana berhiaskan Ulos Batak, panggung utama yang terdapat di halaman samping yang biasa digunakan sebagai lapangan upacara. Terdapat pula panggung cerita dengan judul Malin Kundang dan judul cerita lainnya Asal Mula Desa Tembok Luwung. 

Beberapa stan makanan menyuguhkan menu khas Indonesia seperti Sate Padang, Rendang dan lainnya yang dari aromanya saja pengunjung sudah paham ini dapurnya Indonesia.

Sambutan yang disajikan untuk tamu kehormatan dari depan gerbang dengan nuansa lemah gemulainya Tari Tanggai dari Palembang. Pertunjukan seni tari dan dan seni musik yang ditampilkan di panggung utama dirangkai sedemikian rupa sehingga menciptakan nuansa Budaya Indonesia dengan dominasi Budaya Sumatra. 

Tampilan seni tari di panggung dimulai dengan mempertunjukkan Tari Pasambahan Minang lengkap dengan indang (gendang) dan carano, selanjutnya Tari Mangose Padan suatu tari kreasi Tor-tor Batak. Sentuhan Borneo dengan Tari Enggang turut melengkapi sisi lain rangkaian tarian daerah Indonesia dilanjutkan Tari Piring, Tari Betawi, Tari Payung dan Tari Saman lengkap dengan syekh dan tabuhan rifai (gendang). 

Di akhir pertunjukan, para pengunjung diajak menikmati tarian bersama seluruh panitia, Tari Gemu Famire. 

Ini masih satu pulau besar Sumatra, sedang di Indonesia terdapat sekitar 17.000 pulau. Betapa luar biasanya kasih sayang Allah yang Maha Kaya kepada bangsa ini. Semestinya, insan Indonesia yang kaya akan budaya beraneka, mampu berdiri sejajar secara pantas dan mulia dengan bangsa lainnya yang terkemuka di dunia ini dengan saling memuji.

Padu padan keberagaman budaya Indonesia didominasi warna-warni Budaya Sumatra merupakan daya tarik tersendiri sehingga menciptakan rangkaian kemolekan yang bernilai. Dominasi Sumatra yang dipilih disini sebagai tumpuan yang kuat menjelaskan garisan gambar yang tegas difokuskan dalam satu sudut yang penuh pesona. 


Pertunjukan seni di Sekolah Indonesia Jeddah. (Foto: Desi Syafridayani).

Sementara masih sangat banyak lagi warna-warni pada setiap sudut pulau lain di bumi nusantara. Kegiatan ini justru memicu untuk mengangkat keindahan pesona budaya Indonesia lainnya meskipun dicitrakan konsentrasi dari pulau Sumatra.

Dalam situasi yang sederhanapun, keanggunan Swarnadwipa mampu mencuri lirikan mata gagahnya budaya Arab Saudi. Hanya dengan pameran yang digerakkan siswa yang berpangku dari mata pelajaran saja, bisa menarik perhatian dan meninggalkan kesan istimewa.

Dampak lain yang tak kalah penting adalah manfaat pembelajaran yang dialami siswa Sekolah Indonesia Jeddah sebagai panitia. Para siswa diajarkan untuk berkomunikasi, berkoordinasi, menata ketertiban, saling bekerja sama dan melek adaptasi budaya. 

Melek adaptasi budaya contohnya menyesuaikan dengan kebiasaan setempat, contoh saat azan berkumandang, seluruh aktivitas dihentikan dan dilaksanakan salat berjamaah di pelataran sekolah. Ini merupakan pengalaman berharga yang dapat membangun insan masa depan yang kelak menjadi pemimpin bangsa untuk 15 tahun ke depan dengan berbudi pekerti tinggi, yang tentu saja akan melahirkan generasi berprestasi yang membanggakan dengan kemuliaan akhlaknya.

Pada akhirnya, acara ini mampu menghantarkan para pengunjung menjelajahi kekayaan nuansa budaya Indonesia di negara Arab Saudi. Membawa pengunjung menyadari betapa pentingnya melestarikan budaya adiluhung ini, mencintai menghormati dan menjaga keluhuran martabat bangsa Indonesia dengan tanpa merendahkan budaya negara lain bahkan mampu kuat beradaptasi dalam nuansa yang penuh pesona. 

Acara Galeri Seni dan Kreasi SIJ yang ke -3 ini bertemakan "Melalui Warna-warni Sumatra Kita Tebar Pesona Keindahan Indonesia untuk Mewujudkan Generasi Berbudi dengan Gemilang Prestasi." 


Penulis adalah Guru Seni Budaya Sekolah Indonesia di Jeddah, Desi Syafridayani, S.Sos, M.A.


(WIL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG INDONESIA-ARAB SAUDI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA DUNIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 20-09-2018