Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.606.841.593 (13 JULI 2018)

Serang Suriah Tanpa Persetujuan, PM Inggris Dikecam

Willy Haryono - 15 April 2018 14:53 wib
PM Inggris Theresa May. (Foto: AFP)
PM Inggris Theresa May. (Foto: AFP)

London: Perdana Menteri Inggris Theresa May dikecam kubu oposisi usai melancarkan serangan militer ke Suriah tanpa terlebih dahulu berkonsultasi dengan parlemen. 

Koalisi Barat yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris dan Prancis melancarkan serangan ke Suriah pada 14 April 2018. Serangan dilakukan sebagai respons atas dugaan penggunaan senjata kimia oleh Suriah di Douma sepekan lalu.

Meski PM May telah menjelaskan alasan di balik serangan tersebut, oposisi menilainya sebagai sesuatu yang ilegal dan berisiko memicu eskalasi konflik di Suriah. 

Bayang-bayang invasi ke Irak pada 2003 masih berada di benak parlemen, yang ketika itu mendukung PM Tony Blair dalam bergabung dengan militer AS. 

"Pengeboman tidak akan menyelamatkan nyawa atau membawa perdamaian," ujar Jeremy Corbyn, tokoh oposisi dari Partai Buruh, seperti dikutip AFP

"Aksi yang kelegalannya dipertanyakan ini berisiko meningkatkan konflik yang sudah parah (di Suriah)," lanjut dia. 

"Theresa May seharusnya mendapatkan persetujuan parlemen, bukan mengikuti Donald Trump," tegas Corbyn, merujuk pada Presiden AS.

Corbyn telah menulis surat kepada PM May untuk mendapat jaminan tidak akan ada lagi pengeboman lanjutan di Suriah. Ia juga mendorong pemerintah Inggris menegosiasikan gencatan senjata di Suriah.  

 


(WIL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KRISIS SURIAH
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA EROPA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 16-07-2018