Rusia Gagalkan Upaya Serangan ISIS di Jalur Distribusi Minyak

Fajar Nugraha - 26 April 2017 16:21 wib
Ilustrasi Metrotvnews.com
Ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.coom, Sakhalin: Pihak keamanan Rusia FSB mengatakan mereka berhasil menggagalkan upaya penyerangan dari pendukung kelompok Islamic State (ISIS). Serangan diarahkan ke sebuah jalur distribusi minyak.
 
"Serangan diarahkan di Sakhalin dan dua orang ditangkap dalam serangan ini. Mereka yang ditangkap berencana melakukan serangan teroris di tempat yang ramai," pernyataan pihak FSB, seperti dilaporkan RIA Novosti yang dikutip AFP, Rabu 26 April 2017.
 
Pulau Sakhalin berada di utara Laut Pasifik yang berdekatan dengan Jepang. Wilayah ini dikenal kaya akan ladang minyak dan gas dan menarik investasi dari perusahaan seperti Gazprom, Shell dan perusahaan besar lainnya.
 
FSB berhasil mengagalkan penyerangan setelah dilakukan operasi penggerebekan di sebuah rumah. Mereka yang berada di dalam rumah itu ditahan dan berbagai bahan peledak ledak, telepon seluler dan instruksi pembuatan bom juga ditemukan.
 
"Salah satu orang yang ditangkap adalah warga dari sebuah negara di Asia Tengah. Sementara satu orang lainnya adalah warga Rusia," imbuh keterangan FSB.
 
Penahanan atas kedua tersangka pelaku ini dilakukan saat Negeri Beruang Merah memfokuskan diri menghadapi ancaman serangan dari negara yang bekas pecahan Uni Soviet. Sebelumnya pada Maret lalu, 15 orang tewas saat terjadi serangan di kereta bawah tanah Saint Petersburg dan pelakunya lahir di Kirgistan namun sudah menjadi warga negara Rusia.
 
Operasi ini juga berlangsung disaat ISIS mengklaim bertanggungjawab atas serangan di kantor FSB di Khabarovsk pekan lalu. Serangan itu menewaskan dua orang.
 
Namun pihak berwenang membantah adanya kaitan dengan kelompok ISIS dalam serangan kantor FSB itu. Pelaku yang berusia 17 tahun dan ditembak mati, diketahui memiliki kaitan dengan kelompok neo-Nazi.



(FJR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TEROR DI RUSIA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA EROPA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 20-11-2017