Mantan Komandan IRA dan Negosiator McGuinness Meninggal Dunia

Willy Haryono - 21 Maret 2017 17:57 wib
Martin McGuinness, Mantan wakil menteri pertama Irlandia Utara dan bekas komandan IRA. (Foto: AFP/BEN STANSALL)
Martin McGuinness, Mantan wakil menteri pertama Irlandia Utara dan bekas komandan IRA. (Foto: AFP/BEN STANSALL)

Metrotvnews.com, Belfast: Mantan wakil menteri pertama Irlandia Utara dan bekas komandan Pasukan Republik Irlandia (IRA) Martin McGuinness meninggal dunia di usia 66, Selasa 21 Maret 2017. 

McGuinness memainkan peran sentral dalam menegosiasikan perjanjian damai pada 1998, yang mengakhiri konflik sepanjang tiga dekade di Irlandia Utara. Konflik tersebut menewaskan lebih dari 3.500 orang. 

"Dengan kesedihan mendalam, sahabat dan rekan kita Martin McGuinness meninggal dunia di Derry pada malam hari," ucap Partai nasionalis Irlandia, Sinn Fein, seperti dilansir AFP

Sinn Fein adalah partai yang menolak pemerintahan Inggris di Irlandia Utara. 

Kantor berita BBC melaporkan bahwa McGuinness meninggal dunia akibat kondisi langka di organ jantung. 

"Meski saya tidak akan pernah bisa memaafkan perilaku di bagian awal kehidupan dirinya, Martin McGuinness pada akhirnya memainkan peranan penting dalam memimpin pergerakan Republik dari aksi kekerasan," ungkap Perdana Menteri Inggris Theresa May. 

"Dia membuat kontribusi penting dalam perjalanan luar biasa Irlandia Utara dari era konflik ke perdamaian," sambung dia. 

Colin Parry, yang anaknya tewas akibat bom IRA di kota Warrington pada 1993, mengaku tidak dapat memaafkan aksi kekerasan tersebut. Namun ia turut berduka atas McGuinness, dan memujinya sebagai sosok yang "mendambakan perdamaian."

Parry mengatakan, McGuinness adalah "pria pemberani yang menempatkan dirinya dalam ancaman dari sejumlah anggota garis keras pergerakannya" di masa lalu.

Beralasan sakit, McGuinnes mengundurkan diri dari dunia politik pada Januari. Pengunduran dirinya juga dipengaruhi memburuknya hubungan dengan partai rival Democratic Unionist.

Partai Sinn Fein dan Democratic Unionist saat ini berada dalam status deadlock, yang artinya pemerintah Inggris dapat menjalankan pemerintahan di Irlandia Utara dalam hitungan pekan.
(WIL)

ADVERTISEMENT
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA EROPA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 21-09-2017