13 Tewas dalam Ledakan Tambang Republik Ceko

Fajar Nugraha - 21 Desember 2018 16:55 wib
Ilustrasi oleh Medcom.id.
Ilustrasi oleh Medcom.id.

Praha: Sebuah ledakan terjadi di tambang batu bara yang ada di wilayah timur Republik Ceko. 13 orang dilaporkan tewas dalam kejadian ini.

“Total jumlah korban tewas mencapai 13 orang. 11 di antaranya warga Polandia dan dua lainnya warga Ceko,” ujar Juru Bicara perusahaan tambang OKD, Ivo Celechovsky, seperti dikutip AFP, Jumat, 21 Desember 2018.

Kejadian ini berlangsung di kedalaman 880 meter di lokasi tambang CSM, Kota Karvina yang berada sekitar 300 kilometer sebelah timur Praha pada Kamis 20 Desember sore waktu setempat.

Regu penyelamat menemukan jasad dari lima pekerja tambang dan melaporkan delapan lainnya hilang pada Kamis. Namun pada akhirnya pekerja yang dilaporkan hilang, ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Celechovsky mengatakan api masih terlihat dari lokasi kejadian. Tim penyelamat langsung membangun penghalang untuk mencegah api menyebar. Proses yang mereka lakukan ini akan berlanjut setidaknya hingga Minggu 23 Desember.

Sementara pihak rumah sakit di Kota Ostrava, Nada Chattova mengatakan, dua orang lainnya dirawat di pusat trauma kebakaran.

“Satu orang dibawa dengan menggunakan helikopter, dia dalam kondisi kritis namun tidak dalam kondisi bahaya,” tutur Chattova.

Satu orang pekerja tambang dibawa ke rumah sakit di Karvina dan tujuh lainnya dirawat di tempat. Semuanya dalam kondisi luka ringan.

Perdana Menteri Andrej Babis mengatakan ledakan ini adalah sebuah tragedi. Babis dan Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki akan mengunjungi lokasi kejadian pada Jumat ini.

Adapun karyawan asal Polandia yang menjadi korban ledakan tambang ini berasal dari perusahaan tambang Alpex. OKD yang mengoperasikan tambangan ini dikendalikan oleh Pemerintah Republik Ceko dan menambang sekitar lima juta ton batu bara tahun ini.


(FJR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG LEDAKAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA EROPA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 17-01-2019