Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.387.516.226 (18 JUNI 2018)

Tersangka Pengeboman Supermarket St Petersburg Ditangkap

Arpan Rahman - 31 Desember 2017 17:56 wib
Polisi memeriksa ledakan di sebuah supermarket di St Petersburg, Rusia, 27 Desember 2017. (Foto: AFP/OLGA MALTSEVA)
Polisi memeriksa ledakan di sebuah supermarket di St Petersburg, Rusia, 27 Desember 2017. (Foto: AFP/OLGA MALTSEVA)

Saint Petersburg: Pihak berwenang Rusia telah menangkap seorang tersangka yang mereka yakini mengebom sebuah supermarket di Saint Petersburg pada Rabu kemarin. Pengeboman tersebut diklaim oleh kelompok militan Islamic State (ISIS).

Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) mengaku sudah menahan "perancang dan pelaku" ledakan tersebut, seperti dilaporkan kantor berita setempat.

Pengeboman di cabang Perekrestok itu melukai 13 orang. ISIS belum merilis bukti yang menguatkan bahwa mereka adalah dalang di balik serangan.

Dilansir kantor berita BBC, Minggu 31 Desember 2017, FSB tidak menyebutkan nama tersangka.

Presiden Vladimir Putin menggambarkan ledakan tersebut sebagai aksi terorisme. Belum lama ini dia menandatangani sebuah undang-undang baru yang memperkuat hukuman terkait perekrutan teroris.

Baca: Presiden Rusia Sebut Ledakan di St Petersburg Serangan Teroris

ISIS merekrut ribuan pejuang dari Rusia dan bekas negara Soviet. Sebelumnya Putin mengingatkan akan meningkatnya ancaman aksi terori jika mereka semua kembali ke negara masing-masing, termasuk Rusia.

Intervensi Rusia dalam mendukung pemerintah Suriah dalam konflik berkepanjangan diyakini telah menjadikan Negeri Beruang Merah sebagai target serangan ISIS dan kelompok militan lainnya.

Pejabat Rusia menyebut bom tersebut sebagai perangkat buatan yang dilengkapi komponen mematikan. Perangkat itu menghasilkan ledakan setara dengan 200g (7 ons) TNT.

Bom itu disembunyikan di sebuah ransel yang disimpan di loker yang biasa digunakan pembeli untuk menyimpan tas mereka.



(WIL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG RUSIA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA EROPA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 18-06-2018