Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.408.300.797 (20 JUNI 2018)

Laboratorium Stephen Hawking adalah Alam Semesta

Arpan Rahman - 14 Maret 2018 21:11 wib
Hanya sedikit yang bisa memahami Stephen Hawking (Foto: AFP).
Hanya sedikit yang bisa memahami Stephen Hawking (Foto: AFP).

Cambridge: Semua orang tahu kecemerlangan fisikawan Stephen Hawking, tapi hanya sedikit yang bisa memahaminya. Bahkan tidak pula astronom ternama sekalipun.

(Baca: Fisikawan Inggris Stephen Hawking Meninggal).

Hawking, yang meninggal di rumahnya di Cambridge, Inggris, pada Rabu 14 Maret, di usia 76, menjadi wajah publik jenius sains. Dia muncul di "Star Trek: The Next Generation," menyuarakan dirinya dalam serial kartun "The Simpsons" dan menulis buku terlaris "A Brief History of Time." Dia menjual 9 juta eksemplar buku itu, meski banyak pembaca tidak menyelesaikannya. Ini disebut "buku terlaris yang pernah ada."
 
Dalam beberapa hal, Hawking adalah pewaris Albert Einstein sebagai jenius-selebriti.
 
"Sumbangannya adalah melibatkan publik dengan cara yang mungkin belum terjadi sejak Einstein," kata astronom terkemuka Wendy Freedman, direktur Observatorium Carnegie.

"Dia menjadi ikon bagi pikiran yang berada di luar manusia biasa. Orang tidak benar-benar mengerti apa yang dia katakan, tapi mereka tahu dia brilian. Mungkin ada unsur manusiawi dari perjuangannya yang membuat orang terpesona dan memperhatikan," sambungnya seperti dilansir ABC News, Rabu 14 Maret 2018.
 
Dengan Einstein, kebanyakan orang mengenal e=mc2, tapi mereka tidak tahu apa artinya. Dengan Hawking, karyanya terlalu rumit bagi kebanyakan orang, tapi mereka mengerti bahwa apa yang dia coba ketahui adalah mendasar, bahkan primal.
 
"Dia bertanya dan mencoba menjawab pertanyaan terbesar yang coba kita tanyakan: kelahiran alam semesta, lubang hitam, arah waktu," kata ahli perubahan kosmologi University of Chicago Michael Turner. "Kupikir itu menarik perhatian orang."
 
Dan dia melakukannya dengan cara yang tidak wajar, menunjukkan pada manusia meski berada di kursi roda dengan ALS, kelainan saraf degeneratif yang dikenal di Amerika Serikat sebagai penyakit Lou Gehrig. Dia terbang dengan pesawat tanpa gravitasi. Dia membuat taruhan publik dengan ilmuwan lain tentang adanya lubang hitam dan radiasi yang berasal dari mereka -- kalah di kedua taruhan dan membelikan Penthouse untuk seorang ilmuwan dan ensiklopedia bisbol untuk yang lain.
 
"Hal pertama yang menarik Anda adalah penyakit yang melemahkan dan kursi rodanya," kata Turner. Tapi kemudian pikirannya dan "sukacita yang dia ambil dalam sains" mendominasi.

"Sementara publik mungkin tidak mengerti apa yang dia katakan, mereka mendapatkan gagasannya untuk ide besar," kata Turner.
 
Andy Fabian, astronom kolega Hawking di University of Cambridge dan presiden Royal Astronomical Society, mengatakan bahwa Hawking akan memulai ceramah awam tentang lubang hitam dengan lelucon: "Saya berasumsi bahwa Anda semua telah membaca 'A Brief History of Time' dan memahaminya." Selalu tertawa besar.
 
"Anda akan menemukan astronom rata-rata seperti saya sendiri bahkan tidak mencoba mengikuti teori esoteris yang (Hawking) kejar 20 tahun terakhir," kata Fabian. "Saya pernah ke pembicaraan yang telah diberikan Hawking dan tidak bisa mengikutinya sendiri," cetusnya.
 
Hawking, yang lahir 300 tahun setelah Galileo meninggal, adalah Profesor Matematika Lucasian di Cambridge. Itu adalah posisi yang sama dengan yang dipegang Isaac Newton. Baik fisikawan dan astrofisikawan mengklaim dirinya sebagai kesayangan mereka. Sebagian besar karya Hawking meliputi bidang kosmologi, cabang astronomi yang berpikiran mendalam yang mencoba menjelaskan keseluruhan alam semesta.
 
Pembawaan Hawking "tidak relevan di sini; apa yang penting adalah apa yang otaknya lakukan," kata Neil deGrasse Tyson, direktur New York Hayden Planetarium. "Kami mengklaim dia sebagai astrofisikawan karena labnya adalah alam semesta."
 
Teori "Lubang Hitam" Hawking berfungsi pada pertengahan 1970-an membuat hubungan penting dalam fisika. Sampai Hawking menemukan radiasi berasal dari lubang hitam -- yang diberi nama "radiasi Hawking" -- setelah dua teori raksasa dalam fisika, relativitas umum dan mekanika kuantum Einstein, sering kali berkonflik. Hawking jadi orang pertama yang menunjukkan bahwa keduanya terhubung, yang oleh Turner dan lainnya digambarkan sebagai terobosan pada saat itu.
 
Konsep bahwa benda-benda, radiasi, yang keluar dari lubang hitam mungkin telah mengecewakan penulis fiksi ilmiah. Namun mengilhami ilmuwan muda seperti Tyson, yang menggambarkannya sebagai "sangat mengerikan."
 
Gagasan di balik ini juga baru karena dikatakan "lubang hitam tidak abadi," kata Turner.
 
(Baca: Lantangnya Suara Stephen Hawking Mengecam Donald Trump).
 
Hawking juga mempelopori teori "tidak ada serabut" tentang lubang hitam yang sederhana, hanya berputar, massa, dan muatan serta tidak ada yang lain. Kedua konsep tersebut merupakan landasan teori lubang hitam saat ini.
 
Karya Hawking yang lain melampaui lubang hitam menjadi lebih kosmis, asal-usul alam semesta. Awalnya dia berteori tentang 'ketunggalan' alam semesta dini dengan persamaan matematika yang membandingkan waktu awal dengan fungsi gelombang.
 
Kemudian, karyanya sendiri bertentangan dengan beberapa hal itu dan dia berperan penting dalam teori tentang kosmologi inflasi, di mana awal alam semesta lebih dari setengah bola. Teori itu memulai debutnya di sebuah konferensi yang diselenggarakan Hawking pada 1982 dengan sebuah pesta makan malam dan lomba kroket, Turner mengatakan.
 
Pembuatan teori konsep tinggi tidak begitu sesuai dengan kepribadian di baliknya. Rekan kerja sering menyebutkan humor di balik dindingnya, seringai lebar, sikap keras kepala.
 
Bahkan publik langsung menanggapi sikap nakalnya, kata Turner dan Freedman. "Dia menambahkan wajah manusiawi pada sains," kata Turner. "Jauh di luar kursi roda."
 
Cerita yang lebih besar adalah bagaimana masyarakat menjadi terpesona dengan pria kecil ini, terjebak di kursi roda dengan penyakit yang memburuk, dan kecerdasan yang hanya sedikit yang bisa dipahami. Mereka berhubungan dengan pria itu, Stephen Hawking, dan ceritanya, kata Freedman.
 
Wawasan yang dia berikan pada misteri kosmos hanyalah bonus.
 


(FJR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG STEPHEN HAWKING
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA EROPA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 24-06-2018