DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Lantangnya Suara Stephen Hawking Mengecam Donald Trump

Arpan Rahman - 14 Maret 2018 15:16 wib
Stephen Hawking saat menerima medali penghargaan dari mantan Presiden AS Barack Obama (Foto: AFP).
Stephen Hawking saat menerima medali penghargaan dari mantan Presiden AS Barack Obama (Foto: AFP).

London: Stephen Hawking, fisikawan terkenal di dunia wafat di usia 76 tahun di Inggris. Meskipun menderita disabilitas, pemikiran cemerlang Hawking tak pernah berhenti melontarkan kritik bahkan kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
 
(Baca: Fisikawan Inggris Stephen Hawking Meninggal).
 
Tahun lalu Hawking mengatakan bahwa keputusan Trump untuk membatalkan Perjanjian Iklim Paris dapat menimbulkan konsekuensi bencana bagi planet bumi.
 
Dalam sebuah wawancara, dia katakan "Kita mendekati titik kritis di mana pemanasan global menjadi tidak dapat diubah lagi."
 
Hawking juga menambahkan bahwa tindakan Trump bisa mendorong bumi melewati ambang batas untuk menjadi seperti planet Venus yang memiliki suhu dua ratus lima puluh derajat dan menghasilkan asam sulfat.
 
Semasa hidupnya, fisikawan yang wafat pada 14 Maret 2018 bahkan meramalkan bahwa perubahan iklim akan menjadi salah satu bahaya terbesar yang akan dihadapi manusia di tahun-tahun mendatang.
 
Namun, dia optimis aksi cepat tanggap bisa mengurangi dampaknya. "Dengan menolak bukti perubahan iklim, dan menarik diri keluar dari Perjanjian Iklim Paris, Donald Trump akan menyebabkan kerusakan lingkungan,- yang mestinya dapat dihindari,- ke planet kita yang indah, yang membahayakan alam, bagi kita dan anak-anak kita," katanya, seperti dinukil Catch News, Rabu 14 Maret 2018.
 
Tujuan kesepakatan Paris adalah mengurangi emisi global. Membatasi suhu di seluruh dunia dari kenaikan di atas dua derajat Celcius.
 
Hawking, yang berusia 76 tahun, pesimis tentang kelangsungan hidup umat manusia, dia pernah berkata, "Saya khawatir evolusi memiliki keserakahan dan agresi yang tersembunyi terhadap genom manusia. Tidak ada tanda-tanda konflik berkurang, dan perkembangan teknologi dan senjata yang dimiliterisasi. Pemusnah massal bisa membuat bencana itu."
 
Dia bahkan menambahkan bahwa cara terbaik untuk bertahan hidup dari umat manusia adalah koloni-koloni independen di luar angkasa.

 
 


(FJR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG STEPHEN HAWKING
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA EROPA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 19-12-2018