Inggris Yakin Perang Suriah akan Terus Berlanjut

Willy Haryono - 16 April 2018 10:30 wib
Menlu Inggris Boris Johnson usai menghadiri pertemuan Dewan Keamanan Nasional di London, 10 April 2018. (Foto: AFP/NIKLAS HALLEN)
Menlu Inggris Boris Johnson usai menghadiri pertemuan Dewan Keamanan Nasional di London, 10 April 2018. (Foto: AFP/NIKLAS HALLEN)

London: Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson menilai perang di Suriah akan terus berlanjut meski koalisi Barat telah melancarkan serangannya pada Sabtu kemarin. Serangan bertujuan merespons dugaan penggunaan senjata kimia oleh Suriah di Douma pada 7 April. 

Inggris dan Prancis bergabung dengan Amerika Serikat dalam koalisi Barat. Mereka melancarkan serangan ke Damaskus dan area sekitarnya serta provinsi Homs. 

Meski menyebut intervensi singkatnya di Suriah "berhasil," Johnson mengatakan saat ini tidak ada rencana untuk melancarkan serangan lanjutan. 

"Jika kita hanya membatasi aksi kita hanya pada isu senjata kimia, maka tentu saja perang Suriah akan terus berlanjut," tutur Johnson kepada televisi BBC, Minggu 15 April 2018. 

Pesawat jet tempur Inggris ikut andil dalam serangan ke Suriah, yang menghancurkan beberapa situs pengembangan dan penyimpanan senjata kimia. 

Mayoritas dari 350 ribu lebih warga sipil korban perang Suriah meninggal dunia akibat senjata konvensional, bukan kimia. Namun Johnson menegaskan serangan koalisi Barat kemarin ditujukan kepada rentetan penggunaan senjata kimia di Suriah dalam beberapa tahun terakhir.

"Akhirnya, komunitas dunia mengatakan, 'sudah cukup!'" sebut Johnson. 

Sementara itu Perdana Menteri Inggris Theresa May dikecam kubu oposisi karena melancarkan serangan tanpa terlebih dahulu berkonsultasi ke parlemen.

PM May menyebut serangan terpaksa dilakukan karena saluran diplomasi di Perserikatan Bangsa-Bangsa selalu dihalangi hak veto Rusia, sekutu Suriah.

Baca: PM Inggris: Serangan ke Suriah untuk Hancurkan Senjata Kimia

 


(WIL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KRISIS SURIAH
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA EROPA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 20-04-2018