Nelayan Pengguna Alat Tangkap Garok di Cirebon Resah

Ahmad Rofahan - 11 Januari 2018 18:06 wib
Kapal nelayan berlabuh di dermaga Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawan Cirebon, Kamis, 28 Desember 2017, Ant - Aditya Pradana Putra
Kapal nelayan berlabuh di dermaga Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawan Cirebon, Kamis, 28 Desember 2017, Ant - Aditya Pradana Putra

Cirebon: Kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan soal larangan penggunaan cantrang meresahkan nelayan di Cirebon, Jawa Barat. Mereka khawatir pemerintah juga akan melarang penggunaan garok.

Garok merupakan alat tangkap tradisional yang digunakan nelayan di Cirebon. Bentuknya seperti pukat yang disamping jaringnya, dilapisi besi hingga bisa mencapai dasar laut. Alat tersebut kemudian ditarik menggunakan perahu.  

Kamdi, nelayan asal Desa Gebang Udik, mengaku larangan KKP membuat dirinya bingung. Ia mengaku saat menangkap menggunakan garok saja, masih cukup kesulitan. Hasil tangkapannyapun tidak tentu. 

"Bila alat itu diganti dengan alat tangkap lain, bisa lebih sulit lagi," ungkap Kamdi saat menghadiri Musyawarah Akbar Nelayan Garok se-Cirebon di Desa Mundu, Kamis, 11 Januari 2018.

Kamdi meminta pemerintah lebih fokus pada pembangunan dan memberantas korupsi. Jadi, pemerintah tak melarang penggunaan garok.

"Silakan urus saja yang lain, tapi jangan larang garok," kata Kamdi.

Udin, nelayan asal Cirebon wilayah timur, juga keberatan dengan pelarangan garok. Alat tangkap selain garok, kata Udin, misalnya jaring membutuhkan biaya yang sangat mahal.

"Untuk nelayan seperti kita, tidak mampu untuk beli jaring," kata Udin.

Bila membeli jaring, harganya kurang lebih Rp30 juta. Sementara dana untuk membeli garok hanya Rp1,5 juta.

Udin mengaku mendapat informasi akan mendapat alat penangkap ikan pengganti. Kabarnya, lanjut Udin, pemberian alat penangkap itu gratis,

"Tapi hingga kini belum mendapatkan alat tersebut," ungkap Udin.

Penolakan para nelayan disampaikan setelah pemerintah memberlakukan larangan penggunaan cantrang mulai 1 Januari 2018. Larangan itu tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan Nomor 2/2015 tentang larangan penggunaan alat penangkapan ikan pukat hela (trawls) dan pukat tarik.


(RRN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KELAUTAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 21-01-2018