Kapolda Jabar Minta Semua Menahan Diri

Octavianus Dwi Sutrisno - 12 Oktober 2017 13:14 wib
Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto -- ANT/Budiyanto
Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto -- ANT/Budiyanto

Metrotvnews.com, Bandung: Pengemudi angkutan online dan konvensional di Jawa Barat diminta menjaga keamanan. Mereka diminta menahan diri hingga ada solusi dari Kementerian Perhubungan.

"Formasinya (aturan) sedang diolah dengan pemerintah pusat," kata Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Bandung, Kamis 12 Oktober 2017.

Agung menegaskan, pihaknya bakal rutin menggelar razia bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat dan Kota Bandung sebagai bentuk pengamanan untuk meminimalisir bentrokan. "Ini dilakukan untuk memberikan perlindungan bagi masyarakat," lanjutnya.

(Baca: Transportasi Online Jabar tak Beroperasi Demi Menghindari Konflik)

Menurut Agung, Kementerian Perhubungan dan Direktorat Lalu Lintas bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah mencari solusi terbaik agar kedua belah pihak. Ia meyakinkan, akan ada solusi yang tidak merugikan angkutan online maupun konvensional.

"Intinya, saling menjaga. Perlihatkan sikap silih asah silih asuh," tuturnya.

Jika ada yang terbukti mengadu domba angkutan online dan konvensional, lanjut Agung, akan ada tindakan tegas. Namun, ia yakin masyarakat Jabar sudah cerdas dan mampu menyaring setiap informasi dari media sosial.

"Apabila menerima informasi dari media sosial, harus cek dan ricek. Bila informasi belum benar, tentunya jangan dibagikan. Kalau dibagikan (dishare) di medsos dan tidak terbukti, maka akan dikenakan UU ITE. Kita sudah sampaikan soal ini ke kampus-kampus dan pesantren-pesantren," pungkasnya.

(Baca: Pemprov Jabar tak Membekukan Transportasi Online)

Sebelumnya, transportasi online di Jabar Barat sepakat berhenti beroperasi sementara (off-bid) sementara waktu. Paguyuban sopir angkutan online memutuskan menahan diri demi menghargai angkutan konvensional dan menghindari konflik tak berkesudahan beberapa waktu belakangan.

Mereka berhenti beroperasi pada 10-13 Oktober 2017. Penghentian operasi bukan karena larangan operasi yang dinyatakan Dinas Perhubungan Jabar.

Saat ini, jumlah angkutan online yang beroperasi di Jabar ada 14.000. Sekitar 7.000 adalah sopir campuran ojek online dan sisanya sopuir taksi online.


(NIN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TRANSPORTASI BERBASIS APLIKASI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 14-12-2017