DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

1.000 Hektare Lahan di Gunung Ceremai Terbakar

Nurul Hidayah - 11 Oktober 2018 16:34 wib
ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

Kuningan: Seluas 1.000 hektar hutan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) sudah terbakar. Hingga hari ke 12, proses pemadaman api masih terus berlangsung.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, luas hutan TNGC yang terbakar diperkirakan sudah mencapai 1.000 hektar. "Ini belum termasuk kawasan kebun raya kuningan (KRK)," ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin, Kamis 11 Oktober 2018. 

Ada pun hutan di KRK yang terbakar diperkirakan mencapai lebih kurang 19 hektare.

Hari ini, Kamis 11 Oktober 2018 hingga pukul 14.00 WIB, api menurut Agus masih terlihat di dua titik di batas hutan alam di sebelah kiri atau selatan blok Panyusupan Batu Arca arah rambatan ke bawah. Tim gabungan yang terdiri dari personel BPBD Kabupaten Kuningan dan Jawa Barat, BTNGC, Polhut Majalengka, Perhutani Kuningan, dan masyarakat peduli api kembali bersama-sama berupaya untuk memadamkan kebakaran hutan tersebut.

"Mereka dibagi dalam dua tim," ungkap Agus.

Tim pertama menyisir di lahan yang sudah terbakar untuk pembersihan bara api yang masih tersisa. Sedangkan tim kedua memadamkan di wilayah blok Panyusupan batu arca. "Untuk saat ini penanganan dilakukan secara manual lewat darat," kata Agus. 

Mereka juga, lanjut Agus, mendapatkan dukungan penuh dari BNPB yaitu akan melakukan water boombing dengan menggunakan helikopter Mi-8 apabila penanganan lewat darat tidak teratasi.

Kondisi medan yang berbukit-bukit dengan dominasi tumbuhan alang-alang dan perdu yang mengering, lahan yang berbatu-batu serta arah angin yang berubah-ubah membuat proses pemadaman api di kawasan hutan Gunung Ciremai menjadi sulit untuk dilakukan.

Kebakaran pertama terjadi di areal hutan TNGC pada Minggu 30 September sekitar pukul 12.00 WIB. Api diduga berasal dari Blok Erpah, Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan di ketinggian 300 Mdpl hingga 1.600 Mdpl.

Cuaca yang kering dan panas ditambah dengan tiupan angin yang kencang membuat proses pemadaman yang semulai dinyatakan selesai ternyata masih terlihat kepulan asap di beberapa titik. Akibatnya hingga kini proses pemadaman api masih terus berlanjut.


(ALB)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KEBAKARAN LAHAN DAN HUTAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 13-12-2018