DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.052.810.215 (14 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Permudah Petani, BLK Lembang Ciptakan Aplikasi Smart Farming

Gervin Nathaniel Purba - 09 November 2018 12:08 wib
Ilustrasi petani. (Foto: Antara/Dedhez Anggara)
Ilustrasi petani. (Foto: Antara/Dedhez Anggara)

Lembang: Balai Latihan Kerja (BLK) Lembang menciptakan aplikasi Smart Farming untuk menjawab tantangan digitalisasi revolusi industri 4.0. Aplikasi berbasis android ini akan mempermudah kerja petani karena menggunakan Internet of Things (IoT).

"Sederhananya, IoT mengomunikasikan benda-benda di sekitar kita, antara satu sama lain melalui sebuah jaringan internet. Aplikasi ini tentu saja mempermudah kerja petani kita," ujar Kepala BLK Lembang Aan Subhan, dikutip siaran pers, Jumat, 9 November 2018.

Aan mengungkapkan pihaknya akan menjalin kerja sama dengan pemerintah desa dan membuat desa percontohan smart farming. "Kita akan mengupayakan hal ini bisa diterima petani kita dan membawa banyak manfaat,” ujarnya.


(Foto: Dok. Kemenaker)

Instruktur BLK Lembang Iwan Hermawan selaku tim inovasi di BLK Lembang menjelaskan, dengan mengoptimalkan IoT dan menciptakan aplikasi smart farming, maka petani Indonesia bisa mengontrol ladang melalui smart phone. 

"Petani bisa memantau tanaman dan ladangnya di mana saja, kapan saja, selama ada jaringan internet," kata Iwan.

Dengan aplikasi smart farming, petani dapat melakukan penyiraman dan pemupukan dengan menekan tombol pada aplikasi smart farming melalui ponsel.

“Semua itu ada indikatornya pada aplikasi, sehingga kita tahu kapan harus menyiram atau memupuk tanaman yang dapat dimonitoring pada aplikasi smart farming," kata Iwan menjelaskan.

Manfaat IoT sangat banyak karena berhubungan dengan aktivitas sehari-hari untuk memudahkan pekerjaan manusia. Misalnya, ketika lupa mengunci pintu, mematikan AC atau perangkat elektronik lainnya, bisa dilakukan dengan IoT di mana saja dan kapan saja. 

"IoT bekerja dengan menerjemahkan bahasa pemograman yang sudah kita masukkan ke dalam alat dari IoT tersebut," ucap Iwan.



(ROS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BERITA KEMENAKER
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 18-11-2018