Transportasi Konvensional Minta Angkutan Online Berpelat Kuning

Octavianus Dwi Sutrisno - 12 Oktober 2017 17:09 wib
Ilustrasi angkutan kota mogok massal. Foto: Antara/Didik Suhartono
Ilustrasi angkutan kota mogok massal. Foto: Antara/Didik Suhartono

Metrotvnews.com, Bandung: Peraturan tentang transportasi online hingga kini masih dibahas pemerintah pusat. Apa sesungguhnya tuntutan pengemudi transportasi konvensional?

Dede, 27, sopir angkutan umum trayek Ciumbuleuit-Stasiun Bandung berharap transportasi online disetarakan seperti angkutan umum biasa. Namun, dia yakin hal itu sulit terlaksana.

"Supaya bisa dicabut izin trayeknya. Tapi, kita sadar ini sulit. Minimal disetarakanlah seperti kami, berpelat kuning," ucap Dede saat ditemui Metrotvnews.com di Terminal Stasiun Bandung, Kamis 12 Oktober 2017.

Dede juga mengeluhkan pendapatannya berkurang sejak kemunculan transportasi online. Selain itu, akan tidak adil bila angkutan konvensional harus memenuhi berbagai macam persyaratan dan perizinan.

"Setoran saja nombok. Mereka (transportasi online) kan tidak ada setoran dan bergerak  bebas," ucapnya.

(Baca: Pemprov Jabar tak Membekukan Transportasi Online)

Hal senada diungkapkan Saepul, 43, sopir angkot trayek Gunung Batu-Stasiun Bandung. Wajar ongkos transportasi online terbilang murah, sehingga cukup menarik perhatian masyarakat karena tak ada sistem setoran.

"Mereka kan enggak setoran. Sedangkan, kita (angkot) setoran. Setoran saya Rp130 ribu per hari. Kadang-kadang saya dapat Rp80 ribu, jelas saya nombok," paparnya.

(Baca: Transportasi Online Jabar tak Beroperasi Demi Menghindari Konflik)

Dia pun mengaku tak bisa beralih profesi karena terbentur umur. Mau tak mau, Saepul tetap bertahan. Apalagi jika mengingat perjuangannya selama ini sebagai sopir angkutan umum.

Sementara itu, Ketua DPC Federasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (FSPTI) Bandung Ana Sumarna mengatakan, mereka bakal habis-habisan membela nasib sopir transportasi konvensional. Ada 38 trayek angkutan umum dengan ribuan sopir di Kota Bandung. Belum lagi bila digabung dengan trasportasi konvensional lainnya seperti taksi.

"Jumlah sopir angkutan umum kurang lebih 12 ribu orang di Kota Bandung," pungkasnya.

 


(SUR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TAKSI ONLINE
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 21-10-2017