Keluarga Petugas Damkar yang Tewas Saat Bertugas Mendapat Tunjangan

Roni Kurniawan - 11 September 2017 16:48 wib
Prosesi pelepasan jenazah Triesna di Kantor Dinas Penanggulangan dan Pemadam Kebakaran (DPPK) Kota Bandung, Jalan Sukabumi, Bandung, Jawa Barat -- MTVN/Roni Kurniawan
Prosesi pelepasan jenazah Triesna di Kantor Dinas Penanggulangan dan Pemadam Kebakaran (DPPK) Kota Bandung, Jalan Sukabumi, Bandung, Jawa Barat -- MTVN/Roni Kurniawan

Metrotvnewa.com, Bandung: Pemerintah Kota Bandung memastikan, akan memberikan tunjangan kepada keluarga Triesna Supriatna, 35, petugas pemadam kebakaran yang meninggal saat melaksanakan tugas, pada Senin 11 September 2017. Tunjangan akan diberikan secara penuh, meskipun Triesna berstatus sebagai tenaga kerja lepas sejak Februari 2017.

"Kita tetap memberikan tunjangan penuh untuk keluarga yang ditinggalkan, meskipun beliau baru bekerja kurang dari satu tahun," kata Sekertaris Daerah Kota Bandung Yossi Irianto usai pelepasan jenazah Triesna di Kantor Dinas Penanggulangan dan Pemadam Kebakaran (DPPK) Kota Bandung, Jalan Sukabumi, Bandung, Jawa Barat.

Yossi mengatakan, petugas dari DPPK mempunyai kelebihan terkait tunjangan. Pasalnya, dinas tersebut mempunyai tugas dengan risiko tinggi ,bahkan hingga mempertaruhkan nyama.

"Petugas kebakaran ini tugasnya sangat mulia dan juga sangat berat karena harus berhadapan dengan bahaya. Makanya, kita tidak melihat lamanya bekerja atau pun statusnya, sebagai PNS atau tenaga lepas. Kita tetap berikan tunjungan," beber Yossi.

Sementara itu, Kepala Satuan DPPK Kota Bandung Ferdy Ligaswara mengatakan, Triesna adalah sosok yang humoris kerap menghibur rekan-rekannya meski dalam kelelahan. "Berat kehilangan, tapi kita harus ikhlas. Beliau adalah sosok anggota kami yang dicintai teman-temannya, sangat humoris pekerja keras dan herois. Saya tahu persis," ungkapnya.

(Baca: Petugas Damkar yang Meninggal Dikenal Sebagai Pekerja Keras)

Ferdi mengaku, sudah mengajukan permohonan agar Triesna diangkat menjadi PNS. Namun, hingga kini peningkatan status belum tercapai.

Menurut Ferdi, DPPK Kota Bandung masih kekurangan petugas tetap. Saat ini, DPPK Kota Bandung hanya memiliki 193 petugas, 115 di antaranya petugas lapangan yang berhadapan langsung dengan bahaya.

"Kita berharap, ke depan ada perhatian khusus untuk mengisi formasi ini menjadi kebutuhan yang mendesak. Karena kita berhadapan dengan maut dan melayani masyarakat," tandas Ferdi.

(Baca: Seorang Petugas Damkar Meninggal saat Menjinakkan Api di Pabrik Tekstil)

Sebelumnya, Triesna meninggal karena tertimpa reruntuhan bangunan dan mengalami luka bakar ketika memadamkan api yang melahap pabrik tekstil di Jalan A.H. Nasution. Selain Trisna, satu petugas lainnya juga menjadi korban saat upaya pemadaman api.

Iman Taupik, 32, mengalami patah tulang akibat tertimpa reruntuhan bangunan bersama almarhum Trisna. Ia kini berada di RS Hasan Sadikin, Bandung, untuk mendapatkan perawatan intensif.


(NIN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KEBAKARAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 21-11-2017