Mantan Gubernur Sumut Jadi Penghuni Lapas Sukamiskin

Arief Pratama, Octavianus Dwi Sutrisno - 12 April 2016 20:14 wib
Gatot Pujo Nugroho dan istrinya Evy Susanti berjalan seusai menjalani sidang dengan agenda pembacaan putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (14/3). Foto: MI/Rommy Pujianto
Gatot Pujo Nugroho dan istrinya Evy Susanti berjalan seusai menjalani sidang dengan agenda pembacaan putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (14/3). Foto: MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Bandung: Mantan Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho, resmi menjadi penghuni Lapas Sukamiskin Bandung untuk menjalani masa hukumannya.

Sebelumnya, Gatot yang tersandung kasus suap hakim dan panitera PTUN Medan itu ditahan di Rutan KPK Jakarta. Gatot dipindahkan ke lapas khusus koruptor itu pada Senin malam, 11 April, sekitar pukul 22.00 WIB. Terdakwa Gatot dibawa ke lapas oleh petugas KPK dengan penjagaan yang ketat.

"Sudah, tadi malam sudah dipindah ke Sukamiskin. Dibawa oleh jaksa KPK," jelas Kadiv Pemasyarakatan Kanwil Kemenkum HAM Jabar, Agus Toyib, saat dikonfirmasi, Selasa (12/4/2016).

Agus menambahkan, saat tiba di Lapas Sukamiskin, Gatot langsung memeriksa kesehatan di klinik Lapas. Selain pemeriksaan, politisi PKS tersebut juga melakukan cek kelengkapan administrasi. "Sudah kita tempatkan di ruang huninya," kata dia tanpa menyebutkan di mana letak selnya.

Meski baru menghuni Lapas Sukamiskin, Agus tidak akan dibatasi ruang gerak terutama untuk dibesuk oleh keluarga. Agus menyatakan pihak lapas akan mengizinkan Gatot dibesuk sesuai dengan jadwal besuk yang sudah ditetapkan.

Gatot divonis tiga tahun penjara karena terbukti menyuap hakim dan panitera PTUN Medan. Sedangkan istrinya Evy Susanti divonis 2,5 tahun penjara ditambah denda masing-masing senilai Rp150 juta subsider tiga bulan kurungan. Putusan itu diterima keduanya pada 14 Maret.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim Sinung Hermawan, Ibnu Basuki Widodo, Didik Setiono Putro, Ugo, dan Sigit Herman G tersebut lebih rendah dibanding tuntutan jaksa penuntut umum KPK yang meminta agar Gatot divonis 4,5 tahun. Sedangkan Evy Susanti divonis empat tahun ditambah denda masing-masing sebesar Rp200 juta subsidair lima bulan kurungan.

Pada dakwaan pertama, Gatot dan Evy dinilai terbukti menyuap Tripeni Irianto Putro selaku hakim PTUN Medan sebesar 5.000 dolar Singapura dan USD15 ribu dolar AS. Kemudian menyuap Dermawan Ginting dan Amir Fauzi selaku hakim PTUN masing-masing sebesar USD5 ribu dan Syamsir Yusfan sebesar USD2 ribu dolar AS selaku panitera untuk mempengaruhi putusan perkara yang diajukan ke PTUN Medan.

Dalam dakwaan kedua, Gatot dan Evi dinilai terbukti menyuap mantan anggota Komisi III DPR 2014-2019 dan Sekjen Partai Nasdem 2013-2015 Patrice Rio Capella sebesar Rp200 juta melalui Fransisca Insani Rahesti. Tujuannya agar Patrice mengunakan kedudukannya untuk mempengaruhi pejabat Kejaksaan Agung selaku mitra Kerja Komisi III DPR agar memfasilitasi islah guna memudahkan pengurusan penyelidikan perkara yang ditangani Kejaksaan Agung.

Terkait perkara ini, sudah ada enam terdakwa yang sudah divonis yaitu OC Kaligis selama 5,5 tahun, Syamsir Yusfan selama tiga tahun, Tripeni Irianto Putro, Dermawan Ginting dan Amir Fauzi masing-masing selama dua tahun, serta Rio Capella selama 1,5 tahun.



(UWA)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG GATOT PUJO NUGROHO
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 25-09-2017