Nelayan di Cirebon Boleh Pakai Garok

Ahmad Rofahan - 11 Januari 2018 18:30 wib
Kapal nelayan berlabuh di dermaga Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawaban Cirebon, Kamis, 28 Desember 2017, Ant - Aditya Pradana Putra
Kapal nelayan berlabuh di dermaga Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawaban Cirebon, Kamis, 28 Desember 2017, Ant - Aditya Pradana Putra

Cirebon: Nelayan yang menggunakan alat tangkap ikan garok di Cirebon, Jawa Barat, tak perlu khawatir dengan pemberlakuan Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan Nomor 2/2015 tentang larangan penggunaan alat penangkapan ikan pukat hela (trawls) dan pukat tarik. Garok merupakan salah satu alat tangkap yang tak ramah lingkungan. Tapi, pemerintah akan mengatur penggunaan alat tersebut.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Cirebon, Samsudin, mengatakan garok merupakan alat tangkap tak ramah lingkungan. Alat tersebut asli dari Cirebon.

Cara kerjanya yaitu garok ditenggelamkan hingga dasar laut. Setelah itu, garok ditarik ke permukaan. Bukan hanya ikan, biota laut lain pun ikut terbawa ke permukaan air.

"Karena sistem kerja seperti itu, banyak biota laut yang masih kecil ikut terbawa," ungkap Samsudin di Cirebon, Kamis, 11 Januari 2018.

Tapi, lanjut Samsudin, pemerintah tak melarang penggunaan garok. Hanya saja, wilayah tangkapnya diatur. Garok boleh ditenggelamkan di lokasi yang berjarak 4 hingga 12 mil dari pantai.

"Makanya kami akan beri pemahaman pada nelayan soal penetapan wilayah tangkap," ujar Samsudin.


(RRN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KELAUTAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 21-01-2018