DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Pemakaman Komersial 42 Hektare akan Dibangun di Tangerang

Hendrik Simorangkir - 10 Oktober 2018 17:04 wib
Ilustrasi pemakaman, MI
Ilustrasi pemakaman, MI

Tangerang: Sebuah lahan di Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, Banten, akan dijadikan pemakaman bersifat komersial. Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, telah mengizinkan pembebasan lahan itu untuk dikelola investor sebagai pemakaman mewah.

Sekretaris Daerah Pemkab Tangerang Maesyal Rasyid mengatakan pembebasan lahan dilakukan investor sejak lima tahun lalu. Pembebasan lahan seluas 42 hektare itu dilakukan secara bertahap.

Maesyal mengatakan, pihaknya memberikan peluang usaha untuk menanamkan investasi termasuk sektro pemakaman komersial. Namun, lanjutnya, pengusaha tentunya memperhatikan aturan yang sudah dibuat pemerintah daerah agar dapat dipatuhi dan dijalankan.

"Ya harus ikuti aturan dari kami. Kalau tidak kami berhak untuk mencabut perizinan mereka dengan secepatnya," katanya.

Maesyal berharap, adanya investor tersebut dapat bermanfaat untuk kepentingan warga sekitar antara lain dengan merekrut pekerja lokal.

"Berharap keberadaan investor sebagai penyumbang bagi pendapatan asli daerah (PAD) setempat, serta bisa mempekerjakan penduduk setempat juga," jelas Maesyal.

Sementara, pembangunan pemakamam komersial tersebut mendapatkan pro dan kontra dari masyarakat setempat. Sebagian besar warga mendukung karena dinilai bisa menggerakkan perekonomian.

Salah satu warga Desa Taban, Kecamatan Jambe, Mustofa mengatakan, proyek pembangunan pemakaman Heaven Memorial Garden bisa menyerap tenaga kerja lokal sebanyak mungkin.

"Ya kita berharap bisa kerja apapun itu, seperti keamanan, tenaga kebersihan, kuli bangunan, hingga ada pemasukan juga bagi warga. Biar warga dari segi perekonomiannya bisa meningkat. Selain itu warga juga dapat membuka usaha baru di sekitar lokaso proyek," kata Mustofa.

Lain hal dengan warga lainnya Dedi Ismail, dirinya memprotes terkait pembangunan pemakaman komersial tersebut. Pasalnya, ia menduga pengembang hanya memiliki izin perkantoran.

"Pengembang cuma punya izin perkantoran bukan untuk lahan pemakaman. Lagipula pembayaran terkait penggantian lahan dari pengembang ke warga belum semua terbayar," ucap Dedi.

Dedi menegaskan, tidak semua warga mendukung proyek tersebut. Pasalnya, proyek tersebut akan didirikan pemakaman yang dinilainya akan mematikan usaha warga yang telah dibuka.

"Ya kita tahu lah, kalau ada pemakaman artinya wilayah sekitarnya akan sepi dan juga pasti usaha-usaha warga seperti buka warung kelontong dan lain-lain akan mati, karena sepi pembeli," jelasnya


(RRN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PEMAKAMAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 13-12-2018