DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Viral Pembunuhan Muazin, Nyatanya Kasus Pencurian

Octavianus Dwi Sutrisno - 07 Maret 2018 16:09 wib
Pelaku kejahatan terhadap Bahro. (Medcom/Octavianus Dwi Sutrisno)
Pelaku kejahatan terhadap Bahro. (Medcom/Octavianus Dwi Sutrisno)

Bandung: Pembunuhan terhadap muazin di Desa Sindang, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Bahro, 60, dibantah polisi. Pasalnya, Bahro seorang petani, bukan muazin seperti yang diviralkan. Polisi mengungkap, pembunuhan terhadap Bahro murni kriminal. 

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar, AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko, menuturkan Bahro menjadi korban perampokan dan pembunuhan di kediamannya . 

"Pelaku di Majalengka ada empat orang yaitu JJ dan EAR warga Majalengka, S asal Purbalingga dan EL asal Jakarta Timur," ungkap Trunoyudo, di RS Sartika Asih Kota Bandung, Rabu, 7 Maret 2018.

Trunoyudo menuturkan, komplotan pelaku pencurian itu telah menyekap dan menguras seluruh harta korban pada 15 Februari 2018 lalu. Para pelaku pun tak segan membunuh korbannya. 

"Modusnya dengan mencongkel dan menyelinap masuk kedalam rumah," ucapnya.

Hasil pemeriksaan sementara, bebernya, para pelaku memang berencana menyasar korban karena baru saja bertransaksi jual beli tanah. Kemudian, kata Trunoyudo, pelaku mendatangi rumah dan membunuh korban. Namun, pelaku tak bisa menemukan duit Bahro. 

"Total uangnya ada Rp 120 Juta, yang ada di tangan korban Rp 64 Juta tapi para pelaku tidak berhasil menemukan uang ini. Mereka mengobrak Abrik lemari rumah, sedangkan uangnya disimpan korban di bawah kasur," terangnya.

Salah satu dari empat pelaku, berinisial EL tewas ditembak polisi karena melawan petugas saat ditangkap. Dari pelaku, polisi menyita satu obeng, satu lakban warna hitam, sepucuk senjata api rakitan jenis revolver beserta dua selongsong peluru, dua golok, linggis dan satu seprai dengan bercak darah. 

Kini para pelaku ditahan di Mapolda Jabar. Mereka diancam Pasal 365 KUHP tentang ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun penjara.


(LDS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PEMBUNUHAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 16-12-2018