DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

77 Korban Keracunan di Garut masih Dirawat

Antara - 09 Maret 2018 16:31 wib
Ilustrasi keracunan. Antara
Ilustrasi keracunan. Antara

Bandung: Sebanyak 77 dari 191 orang yang keracunan masih dirawat di rumah sakit dan puskesmas setempat. Para korban keracunan merupakan warga dari Desa Sakawayana yang mengalami mual dan muntah, setelah mengkonsumsi makanan dari acara hajatan. 

"Laporan terakhir sekarang tinggal 77 orang," kata Kepala Kepolisian Resor Garut, Jawa Barat, AKBP Budi Satria Wiguna, Kamis, 9 Maret 2018. 

Ia menuturkan, korban yang masih dirawat belum diperbolehkan pulang karena masih menunggu hasil observasi dokter terkait perkembangan kesehatannya. Ia menyampaikan, kasus keracunan makanan itu masih dalam penyelidikan kepolisian. Polisi juga melibatkan ahli medis memeriksa sampel makanan yang dikonsumsi korban.

Selama ini, lanjut dia, kepolisian masih menunggu hasil uji laboratorium untuk selanjutnya melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Belum ada hasilnya, diperkirakan dua sampai tiga hari lagi," katanya.

Polisi mengaku hingga saat ini belum mencari tersangka. Sebab kasus itu merupakan musibah yang menimpa warga dan keluarga yang membagikan makanan.

"Tidak ada tersangka, ini murni musibah, keluarganya juga terkena musibah," katanya.

Pada Selasa, 6 Maret 2018, warga Desa Sakawayana, Kecamatan Malangbong, menghadiri sebuah acara. Setelah itu mereka mengeluh mual, muntah, dan pusing usai menyantap makanan di hajatan.

Warga yang mengeluhkan sakit lalu dibawa ke Puskesmas Malangbong. Sebagian lain dibawa ke puskesmas terdekat. Beberapa korban dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Slamet Garut.

Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Sebagian besar korban keracunan sudah diperbolehkan pulang dan berobat jalan setelah mendapatkan penanganan medis di puskesmas.


(ALB)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KERACUNAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 11-12-2018