Kali Bekasi Perlu Dinormalisasi

Antonio - 11 Januari 2019 17:53 wib
Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto. Medcom.id/Antonio
Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto. Medcom.id/Antonio

Bekasi: Pemerintah Kota Bekasi menilai kondisi Kali Bekasi sebagai titik paling rawan dalam menyebabkan banjir dan longsor. Kali ini disebut pemerintah tidak pernah dinormalisasi.

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, sejumlah titik rawan ada di kali tersebut. Panjang kali yang kritis berikisar 10 sampai 15 kilometer.

“Hampir 10 sampai 15 kilometer yang kritis, yang perlu dilakukan perbaikan sekaligus,” kata dia di Bekasi, Jumat 11 Januari 2019.

Untuk mencegah terjadinya banjir maupun longsor, menurut dia, perlu dilakukan pembangunan turap di titik-titik rawan itu. Air yang deras di kali tersebut kerap tumpah ke pemukiman warga dan mengikis lahan.

Pemkot Bekasi sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk pengelolaan air.

"Pada saat ini, kita sudah melakukan pemasangan beberapa CCTV (kamera pengawas) yang ada di Kali Bekasi, sehingga kita dapat memantau berapa jumlah air yang kemudian datang, dan berapa lama air itu akan tiba,” paparnya.

Pihaknya menggandeng elemen masyarakat untuk penanganan bencana tersebut. Supaya, informasi terkait dengan bakal datangnya air dengan volume yang relatif besar melalui Kali Bekasi tersampaikan ke warga lainnya. Hal itu sebagai salah satu langkah untuk mencegah adanya korban jiwa.

Untuk tahun ini, terdapat sejumlah tanggul yang longsor akibat terkikis air dan akan diperbaiki. D iantaranya, tanggul di Perumahan Kemang Pratama dan tanggul Cipendawa.


(SUR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG REVITALISASI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 23-01-2019