Pengelola Teras Cikapundung Puji Pengunjung Sadar Jaga Kebersihan Lingkungan

Roni Kurniawan - 12 Agustus 2017 16:12 wib
Aliran Sungai Cikapundung yang melintasi di Teras Cikapundung, MTVN - Roni
Aliran Sungai Cikapundung yang melintasi di Teras Cikapundung, MTVN - Roni

Metrotvnews.com, Bandung: Sampah menjadi sorotan di sekitar Teras Cikapundung, Kota Bandung, Jawa Barat. Kondisi itu membuat pemandangan di Teras Cikapundung tak nyaman. Padahal area tersebut menjadi salah satu taman yang ramai didatangi warga.

Pengelola Teras Cikapundung, Hari Fajar, membantah tutup mata dari kemunculan sampah. Sebelum menjadi sorotan, ungkapnya, ia telah berkoordinasi untuk menjaga kebersihan Teras Cikapundung.

Baca: Sampah Menumpuk di Sungai Cikapundung Bandung

Petugas kerap membersihkan sampah, hingga ke aliran sungai. Sejumlah komunitas yang peduli dengan lingkungan pun kerap membantu membersihkan sampah.

"Kami enggak memiliki masalah dengan kebersihan dan pengelolaan sampah," ungkap Hari sewaktu ditemui Metrotvnews.com di Bandung.

Ia juga kerap mengingatkan pengunjung untuk tak membuang sampah sembarangan. Peringatan itu juga tertulis di papan pengumuman.

Justru, terang Hari, sampah di Teras Cikapundung minim. Pengunjung sudah memiliki edukasi dan kesadaran untuk tak membuang sampah sendirian.

"Mayoritas pengunjung di sini bawa kantong sendiri untuk sampah. Karena kami tidak menganjurkan buang sampah di sini. Makanya kami hanya menyediakan dua titik kantong sampah," bebernya.

Hal itu pun bukan tanpa alasan. Sebab ketika disediakan tempat sampah, maka volume sampah di area tersebut setiap harinya selalu banyak.

Menurut Hari, sampah plastik dan styrofoam yang menumpuk di aliran Sungai Cikapundung berasal dari wilayah hulu. Hari mengatakan, sampah-sampah tersebut pun mengalir melewati area Teras Cikapundung hingga ke pemukiman warga.

"Jadi bukan sampah pengunjung kita. Karena kita selalu membersihkan area ini. Karena Sungai Cikapundung ini istilahnya rumah kita, jadi harus kita jaga," tegas Hari.



(RRN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG SAMPAH
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 21-08-2017