Regulasi Transportasi Online Harus Jelas

Octavianus Dwi Sutrisno - 12 Oktober 2017 16:54 wib
Ilustrasi angkutan kota mogok massal. Foto: Antara/Didik Suhartono
Ilustrasi angkutan kota mogok massal. Foto: Antara/Didik Suhartono

Metrotvnews.com, Bandung: Regulasi  transportasi online sudah seharusnya diatur sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Kesenjangan antara angkutan konvensional dan transportasi online begitu jelas terlihat bila tidak ada aturan yang tegas.

"Online masuk dengan plat hitam dan bergerak secara bebas, berbeda dengan angkutan umum yang telah diatur mulai dari penggunaan plat kuning, pembayaran retribusi, asuransi Jasa Raharja," ujar Ketua Wadah Aliansi Aspirasi Transportasi (WAAT) Anton Ahmad Fauzi saat dihubungi Metrotvnews.com, Kamis 12 Oktober 2017.

(Baca: Marak Transportasi Online, Ribuan Angkot Terpaksa Dikandangkan)

Anton menerangkan, ada 7.500 angkutan umum yang dikandangkan oleh pemerintah karena masalah badan hukum satu tahun terakhir kurang lebih. Namun, dia kecewa pemerintah malah mengurus regulasi transportasi online.

Tarif murah tanpa ada batasan pada transportasi online, menyebabkan pendapatan angkutan konvensional semakin menurun. Mereka tak mampu bersaing.

Anton berharap, peraturan angkutan online nantinya bisa setara dengan perlakuan ke angkutan konvensional agar ada persaingan sehat.

(Klik: Pemerintah Diminta Perhatikan Aturan Tarif Taksi Online)


(SUR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TAKSI ONLINE
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 18-10-2017