Kejati Jabar Heran KPK Sita Uang Kasus BPJS Subang

Arief Pratama - 12 April 2016 20:34 wib
Ilustrasi
Ilustrasi

Metrotvnews.com, Bandung: Sehari usai operasi tangkap tangan (OTT) terhadap DR, oknum jaksa Kejati Jabar, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat menghormati dan mendukung penegakan hukum terhadap dua oknum jaksa Kejati Jabar yang ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Namun, Kejati Jabar menyesalkan adanya penyitaan uang pengganti kerugian negara pada kasus korupsi BPJS Subang oleh pihak KPK.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasiepenkum) Kejati Jabar Raymond Ali memaparkan seharusnya uang yang disita tersebut diserahkan ke Kejati untuk dikembalikan ke kas negara.

"Karena uang yang diterima jaksa DR itu kan uang pengganti kerugian negara yang diserahkan oleh terdakwa kasus BPJS. Kami menyesalkan mengapa uang itu disita KPK, padahal seharusnya masuk ke kas negara," kata Raymond, di kantor Kejati Jabar, di Bandung, Selasa (12/4/2016).

Menurut Raymond, ini akan menjadi persoalan hukum baru, terlebih jaksa penuntut umum (JPU) Intan pada sidang agenda tuntutan kasus korupsi BPJS Subang di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin, 11 April, menyatakan terdakwa Jajang telah menyerahkan seluruh uang pengganti yang harus dikembalikannya ke kas negara.

Seperti diketahui uang Rp108 juta yang diserahkan oleh Lenih Marliani, istri terdakwa kasus korupsi BPJS Subang, Jajang Abdul Kholik, kepada jaksa Devyanti Rochaeni (DR) telah disita oleh KPK. Uang itu merupakan penyerahan terakhir dari total uang pengganti yang harus dibayar Jajang sebesar Rp420 juta. Sebelumnya, Jajang telah menyerahkan uang dalam tiga tahapan yakni Rp 155 juta, Rp 97 juta, dan Rp 68 juta.

Terdakwa lain kasus ini yakni Budi Subiantoro telah dua kali menyerahkan uang pengganti masing-masing Rp329 juta dan Rp241 juta. Total uang pengganti yang harus dibayar Budi Rp675 juta.

Rencananya Budi akan melunasi sisa pembayaran uang pengganti sebesar Rp104 juta. Namun, karena jaksa Devyanti Rochaeni keburu disergap KPK, rencana itu pun urung dilakukan.

KPK telah menetapkan lima orang tersangka kasus suap perkara korupsi BPJS Subang. Mereka adalah Bupati Subang Ojang Suhandi, Lenih Marliani, Jajang Abdul Kholik, dan dua jaksa dari Kejati Jabar, yakni Devyanti Rochaeni dan Fahri Nurmallo.


(UWA)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KASUS KORUPSI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 25-09-2017