Deddy Mizwar belum Dilirik Poros Baru

Roni Kurniawan - 12 Oktober 2017 14:22 wib
Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar. Foto: Antara/Wahyu Putro A.
Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar. Foto: Antara/Wahyu Putro A.

Metrotvnews.com, Bandung: Partai Gerindra, Demokrat, PPP dan PAN yang tergabung dalam Poros Baru memunculkan nama kandidat untuk Pilgub Jabar 2018. Namun, nama Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar belum ada dalam daftar tersebut.

Delapan nama tersebut yakni Iwan Sulandjana, Dede Yusuf, dan Herman dari Demokrat, serta Uu Ruzhanul Ulum dan Asep Maoshul Ahmad Effendy (PPP), Desi Ratnasari (PAN), Mulyadi dan Burhanudin (Gerindra).

"Sementara usulan ini, kita akan hitung time table. Nama-nama ini masih cair," kata Ketua DPD Gerindra Jabar Mulyadi saat dihubungi awak media, Kamis 12 Oktober 2017.

Mulyadi mengatakan, poros baru mengutamakan kader setiap partai untuk maju sebagai kandidat. Hal itu yang menjadi pertimbangan poros baru tidak memasukkan nama Demiz, sapaan Deddy, karena hingga kini belum resmi menjadi kader Gerindra.

"Jadi kami usulkan masing-masing partai yang disebutkan. Parameter yang dibuat nanti tidak menutup kemungkinan nama yang sudah muncul di permukaan ternyata masuk juga," tutur dia.

Selain itu, poros baru tersebut pun akan melakukan survei terhadap nama-nama kandidat itu untuk menguji elektabilitas dan popularitas. Poros baru pun tengah mencari lembaga survei yang kredibel agar hasilnya bisa memenuhi untuk maju ke Pilgub Jabar.

"Kami sepakat menunjuk salah satu lembaga survei untuk mengukur para kandidat yang diusulkan masing-masing survei," tandasnya.

Tak ada nama Demiz semakin menguatkan jika Gerindra akan lepas dengan PKS yang sebelumnya telah mencetuskan duet dengan Ahmad Syaikhu. Terlebih dalam waktu dekat, poros baru akan deklarasi sebagai kekuatan untuk memenangkan Pilgub Jabar.

"Mudah-mudahan kandidat kami jadi kuda hitam. Kami tidak ingin terjebak kalau yang diusung elektabilitas saja. Tapi menyejahterakan masyarakat," pungkasnya.


(SUR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILKADA SERENTAK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 21-10-2017