DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Sitaruna Bandung, Sistem Tata Ruang Antisipasi Bencana

Roni Kurniawan - 12 Oktober 2018 11:51 wib
Pemerintah Kota Bandung meluncurkan sistem informasi tata ruang berbasis mitigasi bencana (Sitaruna)
Pemerintah Kota Bandung meluncurkan sistem informasi tata ruang berbasis mitigasi bencana (Sitaruna)

Bandung: Pemerintah Kota Bandung meluncurkan sistem informasi tata ruang berbasis mitigasi bencana (Sitaruna). Sistem tersebut dihadirkan guna mengetahui potensi bencana sebelum melakukan pembangunan di Kota Bandung.

Hal tersebut diungkapkan Andry Heru Santoso selaku Kepala Sub Bidang 1 Perencanaan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah (PIPW) Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Kota Bandung.

Andry menuturkan, masyarakat bisa mengakses sistem tersebut melalui laman http://sitaruna.cityplan.id/ guna mengetahui tingkat kerawanan bencana ketika hendak membangun rumah atau tempat usaha. 

"Jadi di sini ada informasi mengenai data atau pun peta dasar, peta rencna tata ruang peruntukan perumahan, di mana buat perdagangan, dimana kawasan RTH (ruang terbuka hijau)," ujar Andry di Bandung, Jumat 12 Oktober 2018.

Pasalnya diakui Andry, Kota Bandung memiliki potensi bencana di antaranya gempa bumi, banjir, longsor serta akibat letusan gunung. Terlebih Kota Bandung berada dalam cekungan Bandung Raya dan dilintasi oleh sesar Lembang yang membentang sepanjang 29 kilometer dari utara ke barat.

"Kemudian juga terinformasi mengenai kawasan kerawanan bencana mulai dari banjir, longsor, gempa kemudian sesar Lembang itu sendiri. Yang terakhir adalah penyediaan ruang-ruang evakuasi yang harus menjadi prioritas dalam tata ruang," ungkapnya.

Diakui Andry, Sitaruna Bandung baru diluncurkan beberapa hari lalu dan masih dalam masa percobaan untuk disempurnakan. Pasalnya penanganan tata ruang, lanjutnya, melibatkan beberapa instansi termasuk dalam mitigasi bencana.

"Kedepan ini akan secara lebih komprehensif data-data yang kita kumpulkan dengan skala yang mungkin lebih luas dengan cakupan kedalaman materi yang kita lebih kembangkan. Nanti kita coba lebih kembangkan dan sosialisasikan kepada masyarakat," pungkasnya.


(ALB)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BENCANA LONGSOR
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 13-12-2018