Puluhan Anggota Menwa Menuntut Markas Mereka tidak Dieksekusi

Jaenal Mutakin - 12 Oktober 2017 15:42 wib
Puluhan anggota Korps Menwa Mahawarman Jawa Barat menggelar aksi di depan Gedung Sate, Bandung -- MTVN/Jaenal Mutakin
Puluhan anggota Korps Menwa Mahawarman Jawa Barat menggelar aksi di depan Gedung Sate, Bandung -- MTVN/Jaenal Mutakin

Metrotvnews.com, Bandung: Puluhan anggota Korps Resiman Mahasiswa (Menwa) Mahawarman Jawa Barat menggelar aksi di depan Gedung Sate, Bandung. Massa menuntut agar markas mereka di Jalan Surapati tidak dieksekusi.

"Markas Mahawarman ini didapatkan tidak dengan cuma-cuma. Kami mendapatkan hak sejak 1966. Tapi, sekarang ada oknum pemodal membiayai ahli waris yang diduga keluarga petinggi dan salah satu tokoh penting politik biro PKI bernama Ir. Sakirman," kata Engkun Kurnia, koordinator aksi, Kamis 12 Oktober 2017.

Engkun menjelaskan, ahli waris menggugat dengan mengandalkan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) yang sudah habis masa berlakunya pada 1980. Sehingga tanah dan bangunan menjadi kembali kepada negara.

Hal tersebut diperkuat oleh Surat dari Badan Pertanahan Nasional Kota Bandung yang mengeluarkan surat dengan Nomor:610.32.73/675/V/KP/2008 tertanggal 23 Mei 2008. Karenanya, Yayasan Korps Resimen Mahasiswa Mahawarman Jawa Barat mempunyai hak prioritas mendapatkan hak milik, karena selama ini mengurus dan membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sesuai dengan Pasal 5 Keppres Nomor 32 Tahun 1979.

"Bangunan ini banyak sejarahnya. Dulu pernah dijadikan markas Lekra, kemudian tentara pelajar merebutnya. Kami berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat mengambil sikap terkait permasalahan ini," tegas Engkun.


(NIN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG UNJUK RASA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 14-12-2017