DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Bahasa dan Sastra Sunda Banten Terancam Punah

Batur Parisi - 16 Maret 2017 17:21 wib
Kepala Kantor Bahasa Provinsi Banten Muhammad Luthfi Baihaqi -- MTVN/Batur Parisi
Kepala Kantor Bahasa Provinsi Banten Muhammad Luthfi Baihaqi -- MTVN/Batur Parisi

Metrotvnews.com, Pandeglang: Bahasa dan sastra Sunda Banten dinilai hampir punah. Hal tersebut terjadi karena minimnya peran pemerintah daerah dalam mengembangkan, melindungi, dan membina bahasa.

"Pada Pasal 41 dan 42 Undang-undang Nomor 24 Tahun 2009 disebutkan, jika pemda wajib memberi penanganan khusus pada bahasa daerah. Namun, sampai saat ini pemda belum hadir dalam mengimplementasikan undang-undang tersebut," kata Kepala Kantor Bahasa Provinsi Banten Muhammad Luthfi Baihaqi di Pandeglang, Jawa Barat, Kamis, 16 Maret 2017.

Luthfi menjelaskan, indikasi minimnya perhatian pemerintah pada bahasa daerah adalah tidak adanya regulasi tegas menyangkut pengembangan dan perlindungan bahasa daerah. Dampak dari tidak adanya aturan itu, pelajaran bahasa daerah di sekolah seringkali tersisihkan oleh mata pelajaran lain.

"Padahal, dalam bahasa dan sastra daerah ada kearifan lokal yang bisa diajarkan kepada anak didik. Untuk penguatan pendidikan karakter, sangat diperlukan unsur-unsur perlindungan dan pemasyarakatan bahasa daerah. Selama ini, yang diajarkan ke siswa paling banyak diajarkan soal bahasa, sedangkan bidang sastra sangat minim," jelasnya.

Menurut Luthfi, pihaknya berencana mensinergikan persoalan bahasa daerah dengan pemangku jabatan dari tingkat kabupaten kota hingga provinsi. Langkah itu tentunya ditempuh untuk mencegah musnahnya bahasa daerah Sunda Banten di negeri sendiri.

"Hasil penelitian, memang bahasa Sunda, Jawa, dan Bali dinilai aman dari kepunahan. Namun, fenomena saat ini, generasi muda cenderung meninggalkan bahasa daerah," katanya.

Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Sunda Kabupaten Pandeglang Kelly Ardiana membeberkan, saat ini Sunda Banten terkesan dikucilkan dibanding bahasa Sunda Jawa Barat. Padahal, mulanya bahasa Sunda berasal dari Banten.

"Sekarang saya melihat, tidak ada yang merangkul sastra Sunda Banten," ujarnya.

Kelly menuturkan, bahasa Sunda saat ini banyak dipakai dalam berbentuk lisan. Sedangkan, budaya menulis sastra Sunda masih rendah.

"Selama ini, di Pandeglang tidak memiliki buku bahasa Sunda yang baku sesuai tipologi. Sejauh ini, materi pelajaran bahasa Sunda mengacu pada Sunda Parahyangan Jawa Barat," terangnya.


(NIN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG SASTRA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 14-12-2018