Lahan Dieksekusi, Pedagang Pasar Kemirimuka Bisa Tetap Berjualan

Rizky Dewantara - 12 April 2018 18:11 wib
Pasar tradisional Kemiri Muka Depok yang akan dieksekusi pada 19 April 2018, Medcom.id - Rizky
Pasar tradisional Kemiri Muka Depok yang akan dieksekusi pada 19 April 2018, Medcom.id - Rizky

Depok: Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat, tak mengakui lahan Pasar Kemirimuka. Sebab, putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung RI Nomor 476 PK/Pdt/2013, tanggal 4 April 2014 menyatakan PT Petamburan Jaya Raya sebagai pemilik sah lahan tersebut. Untuk menghindarkan bentrokan, Pemerintah akan melakukan eksekusi deklarasi.

Wali Kota Depok Idris Abdul Somad mengatakan putusan MA berkekuatan hukum tetap. Ia pun menyerahkan pengelolaan lahan kepada pemilik sah.

Berdasarkan keterangan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pusat, kata Idris, lahan itu milik Negara. Pengelolaannya harus memiliki Hak Guna Bangunan (HGB).

“Tapi HGB belum dikeluarkan BPN provinsi dan kota,” ujar Idris di Depok, Kamis, 14 April 2018.

Rencananya, Pengadilan Negeri Depok mengeksekusi lahan pada 19 April 2018. Idris mengatakan akan melakukan eksekusi deklarasi yang bertujuan menghindarkan bentrokan.

"Sehingga para pedagang tak perlu khawatir mengosongkan pasar," kata Idris.

Ketua Persatuan Pedagang Pasar Kemirimuka (P3KM) Yaya Burhaya menyetujui rencana tersebut. Ia mengaku pedagang menanti pembenahan dan renovasi pasar.

"Kami sudah menunggu selama 24 tahun, semoga ada yang mau memperjuangkan nasib pedagang," ujar Yaya di Pasar Kemirimuka, Depok.

Yaya mengatakan ia mendapatkan informasi bahwa eksekusi bertujuan merenovasi bangunan. Eksekusi lahan hanya bertujuan memindahkan kepemilikan dari pemda ke PT Petamburan.

"Jadi, kalau tidak mengerti maksud eksekusi, itu karena ulah provokator. Eksekusi lahan dari pemerintah ke Petambura, bukan eksekusi pedagang. Karena pedagang akan dapat tetap nyaman dan aman berdagang di sini," ungkapnya.



(RRN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG SENGKETA TANAH
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 20-04-2018