DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 45.764.339.104 (19 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Bungker di Rumah Mewah Peracik Oplosan Jadi Tempat Produksi

Octavianus Dwi Sutrisno - 12 April 2018 17:17 wib
Lokasi bungker berada di sekat gazebo rumah tersangka SS. (Medcom.id/Octa)
Lokasi bungker berada di sekat gazebo rumah tersangka SS. (Medcom.id/Octa)

Kabupaten Bandung: Rumah milik tersangka peracik minuman keras (miras) oplosan, SS, di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung, Jawa Barat, digeledah polisi. 

Rumah dua lantai yang dihiasi batu alam dan bercat putih, ramai sejak pagi. Pantauan Medcom.id, rumah tersebut tampak mewah dengan kolam renang dan gazebo berukuran 2,5 m x 2,5 m di pelataran rumah. 

Nyatanya, di dalam rumah mewah itu, terdapat bungker yang berada tepat di sebelah gazebo. Bungker berukuran panjang 18 m x lebar 4 m x tinggi 3,20 m, itu dijadikan lokasi produksi miras oplosan. 

"Tempat ini, diketahui setelah penangkapan tersangka yang mengaku tempat produksinya di sini. Memang ini, agak susah terendus karena baunya tidak tercium sampai keluar rumah. Namun kalau kita masuk ke dalam jelas tercium," bebernya.

Baca: Agen dan Peracik Miras Oplosan Diburu

Agung menuturkan, bungker dibagi menjadi dua bagian yakni satu bagian untuk meracik dan bagian lain sebagai tempat  pembuangan. Selain untuk tempat meracik, bungker juga dijadikan gudang penyimpanan miras oplosan siap distribusi. 


Rumah milik tersangka SS. (Medcom.id/Octa)

Sementara itu, untuk menutup rapat botol kemasan miras oplosan tersangka menggunakan pengering rambut, dengan ditutupi plastik lebih dulu. 

"Tersangka mencampur minuman dengan berbagai bahan seperti pemanis, alkohol dan Kuku Bima. Setelah tercampur, bentuknya seperti coca cola kemasan botol sehingga bila dipajang di warung-warung. Masyarakat tahunya itu ya coca cola," bebernya.

Baca: Miras Oplosan, Gaya-gayaan tapi Gila

Agung menuturkan, dalam sehari rumah mewah tempat produksi miras oplosan tersebut mampu menghasilkan 10 dus minuman oplosan. Satu botolnya dijual Rp20.000, sedangkan biaya produksi satu dus sekitar Rp 40.000.

"Satu dus isi 10 botol sehari berarti bisa 240 botol kali Rp20.000. Jadi sekitar kurang lebih Rp4.800.000 penghasilan tersangka," paparnya.

Mantan Kapolda Sumsel itu mengungkap, SS mulai menjalankan usahanya sejak 2007 lalu. Dia mendistribusikan ke empat wilayah yaitu Nagreg, Cicalengka, Jalan Bypass dan Cibiru.

"Para pemilik agen miras ini juga masih DPO, mereka masih kabur semua," paparnya.

Dari bungker itu, polisi menyita banyak barang bukti yakni:
1. Minuman oplosan siap edar sebanyak 224 Dus (5.376 Botol kemasan 600 ml)
2. Bahan dasar air mineral merk Minola sebanyak 115 Dus.
3.RedBell atau pewarna makanan sebanyak 39 Dus (468 Botol Kecil)
4. Alkohol sebanyak 23 Jeriken ukuran 25 liter (akan dilakukan pemeriksaan ke Laboratorium Forensik untuk mengetahui kadar alkoholnya)
5. Kuku Bima sebanyak 66 Dus.
6. Alat ukur alkohol sebanyak 3 Buah.
7. Ember besar sebanyak 27 Buah.
8. Ember Kecil sebanyak 4 Buah.
9. Saringan sebanyak 3 Buah.
10. Teko Plastik sebanyak 20 Buah.
11. Jeriken kosong bekas Alkohol sebanyak 34 Jerigen.
12. Botol kosong sebanyak 6 Dus.
13. Tutup botol plastik warna Biru (jumlah banyak).
14. Segel Plastik warna Putih (jumlah banyak).
15. Lakban kuning. 


(LDS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG MIRAS OPLOSAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 19-10-2018