Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.400.516.227 (19 JUNI 2018)

Antisipasi Kecelakaan Tanjakan Emen Dipasangi Banyak Rambu

Octavianus Dwi Sutrisno - 14 Maret 2018 17:27 wib
: Polisi melakukan olah TKP usai kecelakaan tunggal kendaraan Mini bus (Isuzu Elf) di Jalur Tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat. (ANT/Novrian Arbi)
: Polisi melakukan olah TKP usai kecelakaan tunggal kendaraan Mini bus (Isuzu Elf) di Jalur Tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat. (ANT/Novrian Arbi)

Subang: Berbagai upaya telah dilakukan oleh pihak kepolisian untuk mengantisipasi  kecelakaan lalu lintas di jalur tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat, terutama terkait pembenahan marka jalan.

Kapolres Subang, AKBP Muhammad Joni, menuturkan ada 10 titik imbauan berupa rambu yang telah dipasang mulai dari jarak satu kilometer memasuki tanjakan maupun turunan Emen.

"Jadi sebelum memasuki tanjakan Emen, kita sudah imbau (dengan rambu). Terutama di jarak 600 - 500 meter agar pengendara selalu selalu berhati - hati," ungkap H Joni kepada Medcom.id, Rabu 14 Maret 2018.

Joni menuturkan, pun ketika menghadapi turunan di wilayah Emen pihaknya telah memberikan penjelasan kepada pengendara, agar segera menurunkan gigi dan memperlambat kecepatan kendaraan.

"Kita imbau, ketika melewati wilayah tersebut untuk kecepatan kendaraan sekitar 40 kilometer per jam, dan gigi kendaraan juga harus rendah," ucapnya.

Menurutnya, apabila pengendara mengikuti rambu-rambu yang telah dipasang oleh Polisi, kecelakaan maut dapat terhindarkan. 

"Kalau mau ikuti rambu - rambu, pasti mereka (pengendara) sudah antisipasi terlebih dahulu sebelum memasuki wilayah Emen. Apalagi setelah kejadian kecelakaan maut bus beberapa waktu lalu, kita juga telah memasang garis kejut (Rumble Strip) di sepanjang jalur Emen, agar pengemudi lebih waspada ," paparnya.

Joni menegaskan sudah ada dua kejadian kecelakaan lalu lintas selama dua bulan ini di Jalan Provinsi tersebut. Insiden pertama, menimpa Bus Pariwisata yang menewaskan puluhan penumpang dari Tangerang Selatan pada 10 Februari 2018, kedua kejadian kecelakaan kendaraan travel, yang membawa belasan pegawai salah satu rumah makan di Indramayu pada Senin, 12 Maret 2018 lalu.

Joni menjelaskan, dari hasil identifikasi kepolisian dua kejadian kecelakaan lalu lintas tersebut diduga merupakan kesalahan dari pengendara (sopir). Dia memastikan, tanjakan-turunan Emen masih layak dilintasi kendaraan. 

Oleh sebab itu, pihaknya telah mengajukan ke Dinas PU Provinsi Jawa Barat agar membuat belokan dan jalur penyelamatan.

"Kita juga sudah ajukan saran kepada pihak Provinsi, agar memangkas jalur jalan di PTPN. Sehingga dibuat belokan ke kiri lalu ada jalur penyelamatan, bila terjadi kecelakaan. Namun kembali lagi, ini keputusan dan kewenangannya dari Provinsi (Dinas PU)," pungkasnya.


(LDS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KECELAKAAN LALU LINTAS
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 20-06-2018