Dua Jenis Perompak `Hantui` Nelayan Jawa Barat

Ahmad Rofahan - 21 Agustus 2016 15:22 wib
Rosid, Asisten Ketua SNI Cirebon (Tengah) dan Nambri (menggunakan topi) saat menceritakan perompakan yang dialami para nelayan (Foto: MTVN/Ahmad Rofahan)
Rosid, Asisten Ketua SNI Cirebon (Tengah) dan Nambri (menggunakan topi) saat menceritakan perompakan yang dialami para nelayan (Foto: MTVN/Ahmad Rofahan)

Metrotvnews.com, Cirebon: Nelayan penangkap rajungan dari Cirebon, Tegal, dan Karawang, Jawa Barat, sedang dihantui maraknya perompakan di perairan Lampung dalam tiga bulan terakhir. Perompak bahkah sudah masuk ke perairan Karawang.

Asisten Ketua Serikat Nelayan Indonesia (SNI) Kabupaten Cirebon Muhammad Rosyidi mengataan, setidaknya ada dua kelompok perompak yang membajak kapal nelayan. Yakni perompak asli yang merampas seluruh hasil tangkapan nelayan dan perompak yang membeli hasil tangkapan nelayan dengah harga yang sangat rendah atau biasa disebut dengan perompak pelele.

Komplotan perompak asli biasanya membawa senjata api rakitan dan senjata tajam untuk mengancam para nelayan agar menyerahkan hasil tangkapannya. Perompak itu tidak memberikan uang sepeser pun pada nelayan saat menyita hasil tangkapan.

"Kalau perompak asli, semua hasil tangkapan dan barang berharga milik nelayan diangkut. Solar, GPS, salon aktif, es, uang, dan lainnya," kata Rosyid di Cirebon, Sabtu (21/8/2016).

Sedangkan perompak pelele memaksa membeli hasil tangkapan nelayan di tengah laut dengan harga rendah. Pelele biasanya menggunakan speed lidah yang kecepatannya lima kali lipat dibandingkan perahu nelayan.

Nambri, 35, salah satu korban perompakan mengatakan, para perompak pelele biasanya meminta hasil tangkapan namun tidak seluruhnya. Karena perahu yang digunakan oleh pelele tidak begitu besar. Mereka biasanya meminta dua atau tiga kotak fiber berisi rajungan yang jumlahnya sekitar 200 kilogram. Ia juga mengaku pernah dipukul dengan gagang golok dan senapan saat tidak terlalu gesit memindahkan rajungan ke kapal milik para perompak.

Meski memaksa dan mengancam, perompak pelele memberikan uang yang mereka anggap pantas untuk membeli hasil tangkapan nelayan. Namun, uang yang diberikan sangat jauh dari harga biasanya sehingga para nelayan merugi.

"Rajungan saya dirampas seharga puluhan juta, hanya dibayar Rp200ribu," kata Nambri.

Untuk saat ini, para nelayan rajungan di Kabupaten Cirebon, memilih untuk tidak melaut, karena hawatir kembali menjadi korban perompakan.

Baca: Ratusan Kapal Dirompak dalam 3 Bulan di Perairan Lampung


(TTD)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PEROMPAKAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 17-12-2017