Cianjur Sediakan Anggaran Rp18,8 M untuk Lembaga Pendidikan Nonformal

Benny Bastiandi - 12 September 2017 11:31 wib
Ilustrasi bantuan sekolah
Ilustrasi bantuan sekolah

Metrotvnews.com, Cianjur: Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menyediakan anggaran bantuan operasional pendidikan (BOP) sebesar Rp18,8 miliar untuk lembaga nonformal. Pemkab pun meminta warga turut mengawasi penggunaan anggaran.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur, Cecep Sobandi, mengatakan anggaran itu dialokasikan untuk 1.157 unit lembaga pendidikan nonformal. Unit tersebut terdiri dari 206 Taman Kanak-Kanak (TK), 425 unit Satuan Pendidikan Usia Dini Sejenis (SPS), tiga Taman Pendidikan Alquran (TPA), dan 523 unit Kelompok Bermain (Kober).

"BOP ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah untuk meringankan beban masyarakat. Bantuan ini berasal dari pemerintah pusat," ujar Cecep di Cianjur, Senin 11 September 2017.

Jumlah siswa di seluruh lembaga pendidikan nonformal pada 2017 mencapai 31.643 orang. Menurut Cecep, dana itu disalurkan oleh pemerintah pusat ke rekening masing-masing lembaga pendidikan nonformal.

Besaran dana BOP masing-masing lembaga pendidikan nonformal bervariatif. Paling kecil nilai dana BOP-nya sebesar Rp7,2 juta dengan asumsi jumlah anak didik sebanyak 12 siswa. Sedangkan dana paling besar yaitu di kisaran Rp30 juta dengan asumsi jumlah anak didik sebanyak 50 siswa. 

"Kalau dirata-ratakan, satu orang siswa mendapatkan dana BOP sebesar Rp600 ribu," tukas mantan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Cianjur itu.

Cecep mengaku sudah mengedarkan surat pemberitahuan kepada setiap pengelola lembaga pendidikan nonformal agar mematuhi petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis. Payung hukum penerimaannya diperkuat dengan terbitnya Surat Keputusan (SK) Bupati Cianjur. 

"Kami tegaskan sekali lagi, jika ada yang coba-coba bermain (dengan dana BOP), segera laporkan kepada kami. Kami juga tegaskan tidak pernah ada pungutan, mengarahkan, atau menginstruksikan potongan dengan dalih apapun. Dana BOP diterima utuh masing-masing penerima," tegas Cecep yang juga pernah menjabat sebagai camat Cugenang itu.

Di Kabupaten Cianjur terdapat 1.483 lembaga pendidikan nonformal. Artinya, masih banyak lembaga pendidikan nonformal lainnya yang belum mendapatkan dana BOP. 

"Kondisi ini karena belum sinkronnya Dapodik (Data Pokok Pendidikan). Jika nanti sudah sinkron, tentu kami berharap agar semua lembaga pendidikan nonformal bisa mendapat dana bantuan itu," pungkasnya.

Kepala Seksi PAUD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, menyebutkan penerima dana BOP merupakan lembaga pendidikan nonformal yang sudah dinyatakan lolos verifikasi administrasi di setiap kecamatan. Lembaga itu juga datanya sudah sinkron dalam Dapodik serta sudah mendapatkan SK dari bupati. 

"Sebelum mendapatkan dana BOP ini, kami (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) sudah menyosialisasikannya kepada setiap lembaga penerima menyangkut tata cara penggunaan dan pengelolaan BOP. Kami juga menjelaskan jika dana BOP itu diterima utuh tanpa ada potongan apapun," tegas Ruhli. 


(RRN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PENDIDIKAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 21-11-2017